Suara.com - Kolesterol tinggi terjadi ketika zat lilin dalam tubuh menumpuk di arteri Anda. Parahnya, penumpukan zat lilin yang disebut kolesterol ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, mulai dari penyakit jantung hingga stroke.
Seorang ahli pun membagikan satu tanda yang bisa membantu Anda mendeteksi kolesterol tinggi sebelum melakukan pemeriksaan medis.
Menurut Monika Wassermann, Direktur Medis di Olio Lusso, mengalami rasa sakit saat berjalan bisa menjadi tanda kolesterol tinggi.
Kebanyakan orang mungkin mengira rasa sakit ketika berjalan disebabkan oleh duduk terlalu lama. Tapi, rasa sakit ini bisa disebabkan oleh penyumbatan arteri yang menghambat suplai darah ke kaki.
"Rasa sakit itu mungkin menunjukkan Anda memiliki kolesterol tinggi dalam tubuh dan membutuhkan reaksi cepat," kata Monika dikutip dari Express.
Kondisi yang disebabkan oleh kolesterol tinggi ini juga disebut penyakit arteri perifer (PAD). Kondisi ini dipicu oleh penumpukan timbunan lemak di arteri Anda, yang bisa menyerang kaki.
Rasa sakit yang terkait dengan kondisi ini dapat berkisar dari ringan hingga parah. NHS juga mencatat bahwa rasa sakit ini biasanya hilang setelah beberapa menit ketika Anda mengistirahatkan kaki Anda.
Bila dua kaki yang terasa sakit, biasanya rasa sakit akan lebih buruk pada salah satu kaki. Meskipun rasa sakit pada kaki ini salah satu gejalanya, Anda tetap perlu memahami gejala PAD lainnya.
- Rambut rontok di kaki
- Mati rasa atau kelemahan pada kaki
- Kuku kaki rapuh dan tumbuh lebih lambat
- Bisul di kaki yang tidak membaik
- Perubahan warna kulit kaki
- Kulit mengkilap
- Otot kaki menyusut
Gejala ini biasanya berkembang membutuhkan waktu lama, sehingga lebih sulit dikenali. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, lebih baik tes kolesterol.
Baca Juga: Benarkah Minum Teh Hijau Bantu Ringankan Gejala Virus Corona Covid-19? Ini Temuan Peneliti
"Kolesterol tinggi mungkin tidak menimbulkan gejala di awal. Karena itu, tes medis perlu dilakukan untuk memastikannya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS