Suara.com - Lucinta Luna mengabarkan bahwa dirinya baru saja selesai melakukan operasi pemotongan tulang ekor di Busan, Korea Selatan, Selasa (12/7/2022).
Sambil mengunggah foto wajahnya yang masih terlihat bengkak, transeksual bernama asli Muhammad Fatah ini juga mengatakan bahwa dirinya menjalani operasi penghilangan jakun.
"Alhamdulillah selesai sudah operasi keduaku operasi gergaji rahang dan potong tulang ekor Ratu 9 nyawa," tulis Lucinta Luna.
Operasi pemotongan tulang ekor atau coccygectomy merupakan prosedur pengangkatan sebagian atau keseluruhan tulang ekor, yang terletak di dekat rektum dan terhubungan ke sakrum.
Tulang ekor berbentuk segitiga yang membentuk dasar tulang belakang.
Berdasarkan laman Docdoc, prosedur ini dianggap langka dan seringkali dijadikan pilihan terakhir bagi pasien yang tidak merespons terapi non bedah.
Pengangkatan tulang ekor sebenarnya dilakukan sebagai upaya terakhir untuk menghilangkan rasa sakit punggung bagian bawah, terutama di daerah tulang ekor.
Rasa sakit pada punggung bawah atau tulang ekor dapat disebabkan oleh:
- pertumbuhan jenis tumor langka teratoma sacrococcygeal (SCT)
- cedera traumatis, seperti jatuh atau kecelakaan kendaraan
- infeksi yang telah menyebar ke sakrum dan tulang ekor
- stress atau tekanan pada punggung bawah akibat mengangkat benda berat
Namun, Lucinta Luna tidak menjelaskan secara detail alasan dirinya menjalani operasi pemotongan tulang ekor.
Baca Juga: Idul Adha 2022,MA Potong 15 Ekor Hewan Kurban
Kemungkinan nyeri setelah operasi dan masa pemulihan bisa bertahan selama berbulan-bulan hingga satu tahun. Inilah mengapa banyak ahli bedah khawatir untuk menyarankan prosedur tersebut.
Tetapi, selama ahli bedah yang menangani berpengalaman dan pasien dinyatakan sehat, hasil coccygectomy sangat positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi