Suara.com - Waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai orgasme berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor, baik gairah seksual, kelelahan, tingkat stres hingga dinamika hubungan.
Wanita biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme daripada pria. Karena, rata-rata pria hanya membutuhkan waktu 7 menit untuk mencapai ejakulasi sejak penetrasi.
Tapi dilansir dari Times of India, ada beberapa hal tentang orgasme yang perlu Anda pahami.
1. Orgasme tidak selalu diperoleh dari penetrasi
Jika Anda mengira bahwa orgasme bisa diperoleh dari hubungan seks penetrasi, maka Anda salah. Bagi kebanyakan wanita, rangsangan seksual pada klitoris saja sudah cukup membuatnya mengalami orgasme tanpa penetrasi. Karena, ini merupakan bagian G-spot wanita.
2. G-spot pria
Banyak pria yang belum mengetahui bahwa mereka juga memiliki G-spot. G-spot pria ini terletak di bawah kepala penis dimana terdapat kumpulan saraf yang sangat sensitif, yang juga disebut sebagai frenulum.
Jika Anda bisa merangsang G-spot itu dengan cara benar, pria akan merasakan sensasi seksual yang sama seperti wanita.
3. Orgasme bisa dicapai dengan cara menyenangkan
Baca Juga: Tumor Testis Sebastien Haller Bisa Picu Komplikasi, Begini Pengobatannya!
Anda mungkin mengira orgasme bisa dicapai dengan cara hubungan seks yang panas atau kasar. Tapi, faktanya Anda bisa mencapai orgasme dengan cara yang berhubungan seks menyenangkan.
4. Orgasme meredakan nyeri haid
Orgasme ketika berhubungan seks juga bisa membantu mengurangi nyeri haid di kemudian hari. Anda mungkin akan merasakan kram perut tidak seburuk biasanya. Karena, ini adalah kaskade kimia dan otot yang membantu meringankan rasa sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi