Suara.com - Update Covid-19 global hari ini menunjukan bahwa virus SARS CoV 2 bisa menyebar di seluruh gerbong kereta, sehingga protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat.
Data Worldometers, Senin (1/8/2022) menunjukan infeksi baru masih bertambah ratusan ribu kasus per hari, dengan ribuan orang sehari meninggal dunia.
Kini total yang sudah terinfeksi ada 582 juta orang dan 6,4 juta diantaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang bisa menularkan virus atau kasus aktif tercatat masih ada 23,3 juta orang.
Mengutip Mirror, Peneliti Cambridge anda Imperial College London mengingatkan potensi Covid-19 melalui udara yang bisa menyebar di sepanjang gerbong kereta.
Bahkan para peneliti juga mengklaim, bahwa tidak ada satupun tempat teraman bagi penumpang untuk menurunkan risiko penularan.
Hal ini terungkap melalui penelitian model matematis, yang dilakukan peneliti untuk bantu memprediksi risiko penularan penyakit di kereta. Ditemukan tidak adanya sistem ventilasi yang baik, sehingga risiko penularannya sama di setiap gerbong.
Selain itu, peneliti juga memastikan penggunaan masker lebih efektif menurunkan risiko penularan, dibandingkan jarak sosial yang dilakukan di dalam kereta.
Hasil penelitian juga menunjukan betapa pentingnya, kereta api memiliki sistem ventilasi yang baik, untuk menjaga keselamatan penumpang, khususnya dari infeksi Covid-19.
"Ada banyak faktor berbeda yang dapat mempengaruhi risiko penularan di dalam kereta api. Apakah orang di dalam kereta divaksinasi, dan apakah mereka memakai masker, serta seberapa ramai di dalam kereta," jelas Peneliti Utama dari Cambridge, Rick de Kreij.
Baca Juga: Update Covid-19 Global: Selandia Baru Alami Lonjakan Kematian Pada Lansia
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata