Suara.com - Kanker endometrium atau kanker rahim merupakan kanker paling umum dari organ reproduksi wanita. Namun, kanker ini termasuk jenis yang sulit dikenali sejak dini.
"Seringkali gejalanya tidak jelas dan dapat dikaitkan dengan gal lain karena pikiran orang tidak langsung tertuju ke kanker," kata kepala onkologi medis di Valley Health System, Eleonora Teplinsky.
Akibatnya, banyak orang salah didiagnosis atau menunggu terlalu lama untuk mencari pengobatan. Namun bila seseorang bisa mengalami gejala, tandanya bisa berupa:
1. Pendarahan yang tidak biasa
Tanda awal paling umum dari kanker endometrium adalah pendarahan vagina atau bercak di luar periode menstruasi normal. Menstruasi yang tidak teratur dapat menimbulkan kekhawatiran pada gadis muda.
"Kuncinya adalah tidak mengabaikan pendarahan itu. Ketika ada sesuatu yang tidak beres dari tubuh, dan itu tidak normal, periksalah," saran Teplinsky, dikutip Insider.
2. Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan seksual
Kanker endometrium juga bisa menyebabkan rasa sakit di daerah panggul, dan ini bisa samar sehingga sering diabaikan.
"Kita tidak selalu mengaitkannya dengan kanker, tetapi apa pun yang terasa tidak enak harus dievaluasi," sambungnya.
Menurut Teplinsky, seks yang menyakitkan atau pendarahan setelahnya layak untuk diperiksa.
3. Merasa kembung terus-menerus
Kanker rahim terkadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Bisa juga terasa kembung atau kenyang yang tidak biasa.
"Jika Anda makan beberapa suap dan merasa terlalu kenyang untuk terus makan, itu tidak normal," kata Teplinsky.
4. Masalah pencernaan dapat mengindikasikan kanker stadium lanjut
Salah satu faktor yang membuat kanker endometrium dan kanker reproduksi lainnya sulit dideteksi adalah terkadang disalahartikan sebagai masalah pencernaan, termasuk refluks asam atau sindrom iritasi usus besar (IBS).
"Gejala seperti mual, muntah, dan gangguan pencernaan lainnya mudah disalahartikan," ungkap Teplinsky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?