Suara.com - Kehamilan terjadi di awal ovulasi, waktu di mana ovarium mulai melepaskan sel telur matang (ovum). Seorang wanita dapat mulai berovulasi sebelum mengalami menstruasi pertama.
"Pelepasan sel telur tidak selalu disertai dengan gejala fisik yang jelas," kata ginekolog di Kedokteran Universitas Feinberg Northwestern Chicago, Melissa Simon.
Tetapi, umumnya ovulasi dimulai setelah menarche atau menstruasi pertama.
Menurut data terbaru yang dikumpulkan pada 2017, menarche biasanya terjadi antara usia 10 hingga 16 tahun. Tetapi penelitian menunjukkan usia menarche cenderung menurun.
"Artinya, jumlah anak yang mengalami menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun kemungkinan akan meningkat," sambung Simon, dikutip Live Science.
Namun, kasus hamil termuda yang tercatat dalam sejarah adalah Lina Medina, gadis berusia 5 tahun, 7 bulan, dan 21 hari, asal Peru. Karena masih kecil, ia akhirnya melahirkan melalui operasi caesar.
Pada 1939, orangtuanya membawa Medina ke rumah sakit Pisco dan mengatakan kekhawatirannya akan tumor besar yang tumbuh di perut sang putri.
Setelah diperiksa, ternyata gadis kecil itu sedang hamil sekitar 7 bulan. Diduga ia hamil setelah menjadi korban pemerkosaan. Tetapi pelaku tidak diketahui secara pasti karena saat itu Medina tidak dapat memberikan keterangan yang tepat.
Medina melahirkan bayi laki-laki seberat 2,7 kilogram pada 14 Mei 1939 sebuah rumah sakit di Lima.
Baca Juga: Karena Ucapan, Lebih Baik Hamil di Luar Nikah Wanita Ini Tuai Kontroversi
Selama prosedur, dokter melakukan biopsi sampel jaringan dari salah satu ovarium Medina dan menemukan jaringan tersebut mirip dengan wanita dewasa.
Awalnya dilaporkan bahwa Medina telah mengalami menstruasi di usia 3 tahun. Namun laporan kembali mengungkapkan bahwa ia haid pertama usia 8 bulan.
Dalam sebuah laporan yang terbit pada Desember 1939 di La Presse Medicale, peneliti Edmundo Escomel berteori bahwa Medina mulai pubertas di usia sangat dini karena beberapa gangguan kelenjar pituitari, sebuah kelenjar berbentuk kacang di dasar otak yang mengarahkan produksi tubuh hormon seks.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?