Suara.com - Rasanya, hampir setiap orang pernah mengalami demam. Dalam kondisi medis, demam menunjukkan kondisi tubuh yang sedang tidak fit, dan bisa menjadi salah satu gejala dari berbagai penyakit.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD. mengatakan, demam merupakan kunci untuk memerangi infeksi dalam tubuh.
Melalui akun twitter pribadinya, Prof. Zubairi mengatakan bahwa demam dapat diatasi dengan mengonsumsi obat seperti aspirin dan centaminophen atau paracetamol. Obat-obatan tersebut sebaiknya diminum hanya sampai demam turun. Setelah panas turun, obat-obatan tersebut sebaiknya tidak diminum lagi untuk menghindari over dosis.
"Kalau obat yang dijual bebas, ikuti saja di petunjuknya. Misal 2 x 1 atau 4 x 1, ya diminum sesuai aturan itu. Kalau sudah tidak panas, ya hentikan. Jangan sampai overdosis," tulis Prof. Zubairi, Minggu (7/8/2022).
Prof. Zubairi juga menyebutkan bahwa saat demam, seseorang harus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi, seperti kafein, soda, dan alkohol. Menurutnya, sebelum minum soda dan kafein, harus dilihat dulu jenis obat yang dikonsumsi. Sedangkan untuk alkohol, sangat tidak disarankan untuk diminum karena memberikan dampak yang tidak baik.
Selain mengonsumsi obat-obatan, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup jika orang tersebut tidak memiliki masalah dengan ginjal. Perbanyak juga waktu istirahat agar pemulihan deman lebih cepat dan efektif.
"Sistem kekebalan tubuh Anda menghabiskan banyak energi (untuk) melawan infeksi di siang hari. Saat tidur, tubuh punya waktu memulihkan energi itu. Makanya perlu istirahat. Takarannya, usia muda dan dewasa 8 jam sehari tambah sedikit. Kalau lanjut usia, 6 jam juga ditambah sedikit," jelas Prof. Zubairi.
Lalu, bagaimana dengan mandi air dingin saat demam? Prof. Zubairi menuturkan hal ini tergantung dengan tingkat kenyamanan seseorang. Pasalnya, mandi dengan air dingin terkadang membuat seseorang menjadi menggigil dan kram. Untuk itu, sangat penting melihat kondisi yang dialami.
"(Mandi dengan air dingin) tergantung nyamannya pasien dan kebiasaannya saja. Kalau biasa mandi air hangat, ya tetap saja air hangat. Enggak usah diubah jadi air dingin supaya panasnya turun. Perubahan itu malah bisa menyebabkan otot-otot menggigil dan kram," jelasnya.
Prof. Zubairi juga mengingatkan bahwa saat ini, demam bisa dicurigai sebagai salah satu gejala dari Covid-19. Oleh karena itu, perhatikan demam yang dialami. Apabila diikuti batuk, pilek, pegal linu, dapat menjadi tanda Covid-19. Untuk itu, menurut Prof. Zubairi, jika demam tidak kunjung menurun setelah 3 hari, sebaiknya lalukan pemeriksaan ke dokter agar mengetahui kondisi yang dialami.
Berita Terkait
-
Paling Banyak Menyebar, Begini Gejala Subvarian COVID-19 BA.5
-
Satu Orang Meninggal Dunia Akibat DBD, Dinkes Cilegon: Kalo Ngandelin Fogging Enggak Akan Selesai
-
Mengenal Ebola: Jenis Virus yang Menginfeksi dan Jalur Penularannya
-
Kasus Aktif Covid-19 Capai 2.105 Orang, Pemkot Jakbar: Umumnya Gejalanya Pilek dan Demam
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!