Ilustrasi berjalan kaki (Pexels/Daniel Reche)
Suara.com - Menurunkan berat badan tidak akan efektif bila hanya mengurangi asupan kalori saja. Jadi, kita juga perlu berolahraga.
Bagi orang yang kurang menyukai olahraga berat, berjalan bisa menjadi alternatif. Tetapi, berjalan kaki saja tidak cukup, harus dilakukan secara benar untuk mendapat manfaatnya.
Menurut ahli, dilansir The Health Site, berikut fakta berjalan untuk menurunkan berat badan:
- Berjalan kaki yang dilakukan secara benar sangat efektif menurunkan berat badan. Cara untuk meningkatkan intensitas berjalan adalah dengan memakai ransel beban. Berat tambahan dari tas dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dan membakar kalori lebih cepat.
- Intensitas juga dapat ditingkatkan dengan mengenakan alat beban yang dilingkarkan pada pergelangan kaki. Alat ini dapat membuat kaki dan betis lebih kuat, sekaligus menghilangkan kalori.
- Berjalan menanjak atau mendaki bisa menjadi alternatif yang sangat efektif dalam membakar lemak. Latihan ini memengaruhi glutes, betis, detak jantung, dan dapat membakar banyak kalori.
- Berjalan kaki dapat dicampur dengan berlari. Misalnya, berjalan sejauh empat kilometer, dikombinasikan dengan lari sejauh satu kilometer.
Tidak hanya membakar banyak kalori, tetapi juga bagus untuk kesehatan jantung.
Cari tahu cara berjalan yang benar. Walau terdengar sederhana, berjalan dapat berdampak negatif pada tubuh jika melakukannya secara salah.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia