Ada berbagai cara untuk menurunkan berat badan bagi yang memerlukan. Salah satunya adalah diet, dengan langkah antara lain seperti makan lebih sedikit, atau menjaga pola makan agar lebih sehat dan seimbang.
Ditulis Himedik.com, saat ini trik atau tips diet sendiri banyak bisa ditemukan di internet. Namun tidak semuanya benar-benar efektif, salah satunya misalnya karena keharusan menghindari makanan karbohidrat.
Berikut ini adalah 4 tips diet yang mungkin lebih efektif, seperti ditulis Live Science:
1. Waktu makan
Tidak hanya apa yang dimakan, tetapi kapan waktunya makan, bisa berdampak pada berat badan.
Beberapa ahli menunjukkan bahwa ritme sirkadian (jam internal dalam tubuh) memiliki pengaruh besar pada makanan dan pencernaan.
Pada 2016, peneliti menemukan bahwa ketika penderita obesitas mengurangi waktu makan mereka, dari 14 jam lebih menjadi antara 10 hingga 11 jam, berat badan mereka menurun. Mereka juga memiliki tambahan energi serta kualitas tidur.
Menjaga pola makan di waktu yang sama setiap hari telah dikaitkan dengan penurunan berat badan.
2. Makan banyak serat
Meningkatkan asupan serat, hanya dengan empat gram sehari, dapat membantu menurunkan banyak berat badan.
Baca Juga: 7 Olahraga Terbaik Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak Bunda
"Serat membantu mengatur pengguaan gula oleh tubuh, membantu menekan rasa lapar dan gula darah tetap terkendali," kata Allison.
Serat menunda pengosongan lambung, yang membantu kita merasa kenyang lebih lama.
3. Mengurangi asupan gula
Mengurangi gula yang tidak perlu bisa menjadi cara efektif untuk menurunkan berat badan dan mencegah obesitas. Ini juga terbukti menurunkan risiko diabetes tipe 2.
"Saya sangat menyarankan untuk mengurangi asupan gula sederhana, yaitu jenis gula yang ditemukan dalam soda, es krim sereal manis, minuman olahraga, dan permen," kata ahli gizi Herbalife Nutrition, Richard Allison.
4. Tidur yang nyenyak
“Nutrisi dan tidur sangat erat kaitannya. KIta tahu bahwa orang yang memiliki asupan gizi yang buruk, kurang makan, atau tidak cukup energi, cenderung kurang tidur," kata Allison.
Sebuah studi oleh Sleep Foundation menyatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan berkurangnya perasaan kenyang.
"Ini juga dapat menyebabkan pilihan makanan yang tidak sehat, dengan individu yang kurang tidur mencari makanan yang lebih tinggi kalori dan karbohidrat," tandas Allison.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga