Suara.com - Sebagai King of Pop, Michael Jackson tetap dicintai banyak orang meski sudah meninggal dunia pada Juni 2009 silam. Bahkan, orang-orang mengikuti gerakan dance-nya dan meng-cover lagunya.
Tetapi ternyata tidak semua orang menyukai sang musisi. Bahkan, seorang gadis bernama Ruby Marriot (18) asal South Yorkshire, Inggris, sampai fobia terhadap Michael Jackson.
Beberapa waktu lalu, Marriot mengunggah video di TikTok yang menunjukkan ketakutannya saat mengalami serangan panik ketika melihat seorang penari meng-cover lagu Michael Jackson.
"Tidak sampai setengah jam ketika aku mendengar (lagu) 'Thriller' dimulai dan aku langsung mulai panik," ucap Marriot, sambil menunjukkan wajahnya yang ketakutan hingga menangis.
Insiden ini terjadi pada Senin (22/8/2022) kemarin, ketika ia menghadiri pernikahan tantenya baru-baru ini di Siprus.
Awalnya, Marriot menikmati acara tersebut, hingga seseorang yang mirip Michael Jackson naik ke atas panggung dan mulai menari.
"Aku bahkan tidak bisa melihatnya," kata Marriot sambil terisak, dikutip dari New York Post.
Keluarganya barusaha menghiburnya pada saat itu, tetapi bayangan hantu Michael Jackson tetap melekat di pikriannya sepanjang malam.
Beberapa pengikutnya di TikTok pun bersimpati dengan fobianya itu, dan beberapa mengklaim bahwa mereka juga menderita Michaelphobia.
Baca Juga: Waspada Hydrophobia, Fobia Terhadap Air Akibat Virus Rabies
"'Thriller' adalah lagu yang khususnya membuat aku takut, terutama karena menonton video musiknya ketika masih kecil yang diputar di lingkunganku," sambil Marriot.
Ternyata, saat masih kecil, kakak dan sepupunya sering memperlihatkannya video editan menyeramkan dan teori konspirasi bahwa sang musisi masih hidup.
"Jika seorang anggota keluarga memainkan lagunya, aku harus keluar dari ruangan,” lanjutnya.
Lelucon kakaknya ternyata hanya membuat Marriot fobia.
"Setiap malam selama tiga minggu, aku mengalami mimpi buruk yang sama tentang dia (hantu Michael Jackson) merayap dadri lemari dan menghampiriku ketika sedang tidur. Itu mengerikan!" imbuhnya.
Hingga kini, ia masih memiliki fobia tersebut.
Dikutip dar Alodokter, fobia merupakan rasa takut berlebih pada sesuatu yang biasanya tidak membahayakan. Ketakutan ini dapat timbul ketika menghadapi situasi tertentu saat berhadapan dengan penyebab ketakutan tersebut.
Fobia termasuk ke dalam kondisi gangguan kecemasan dan terbagi menjadi dua, yakni fobia spesifik serta fobia kompleks.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat