Suara.com - Ilmuwan di Korea Selatan sedang mencoba mengambangkan makanan alternatif yang sekiranya dapat dikonsumsi di masa depan. Dalam percobaan terbaru, mereka membuat daging dari sekumpulan ulat.
Para ilmuwan dari Universitas Wonkwang mengolah ulat hongkong atau mealworm dengan gula untuk menjadi daging dan mereka mengaku rasanya otentik.
"Baru-baru ini, memakan serangga menjadi manerik karena meningkatnya biaya protein hewani, serta masalah lingkungan terkait," kata pemimpin studi Hee Cho, dikutip New York Post.
Faktanya, hewan kecil satu ini merupakan sumber nutrisi yang mirip dengan daging, menurut para peneliti. Ulat ini juga terbukti mengurangi kolesterol dan peradangan sakaligus meningkatkan ritme jantung.
"Serangga adalah sumber makanan bergizi dan sehat dengan asam lemak, vitamin, mineral, serat, dan protein berkualitas tinggi, seperti daging," imbuh Cho.
Ia melanjutkan, "mealworm mengandung asam amino esensial yang bermanfaat dan tinggi asam lemak tak jenuh."
Sayangnya, tidak semua orang secara sukarela makan ulat karena serangga dianggap sebagai makanan tidak melezatkan.
Namun, Cho berusaha memperbaiki stigma tersebut.
"Mealworm adalah salah satu serangga yang dapat dimakan, yang paling banyak digunakan di dunia. Namun, serangga yang dapat dimakan tidak diterima secara universal dalam budaya makanan kita karena penampilannya dan karakteristik rasa yang unik," lanjut Cho.
Baca Juga: 5 Manfaat Ikan Gabus yang Tinggi Protein
Karenanya, menurut Cho, solusinya adalah dengan menggiling ulat menjadi bumbu yang dapat ditambahkan ke berbagai produk makanan.
Dengan kandungan nutrisi yang banyak, apakah Anda ingin mencobanya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026