Suara.com - Bagi pengguna TikTok Sabriena Abrre, proses persalinan merupakan momen yang tidak akan pernah ia lupakan. Terlebih dengan semua emosi yang ia rasakan dan kejadian yang ia serta suami alami.
Dalam video yang sudah dilihat lebih dari 110.000 kali ini, Sabriena menjelaskan bahwa persalinannya hanya dibantu oleh sang suami, tidak ada tenaga medis yang mengawasi.
"Saya tidak akan pernah melupakan momen saat sedang dalam proses persalinan," ungkap Sabriena. Ia mengaku mengalami adrenalin, yang diikuti rasa panik dan antisipasi.
Ini adalah persalinan anak keduanya dan Sabriena sudah merencanakan untuk melahirkan di rumah dengan metode water birth.
"Saya mengalami satu hingga dua kontraksi per jam sampai jam 6 sore," sambungnya, menjelaskan bahwa kontraksi dimulai dari jam 3 dini hari, dikutip New York Post.
Menurut bidan yang ia hubungi, Sabriena akan melahirkan beberapa jam lagi. Namun, ia sempat menyangkal karena merasa kontraksi yang dirasakannya tidak begitu kuat.
Pukul 21.20 malam, suami Sabriena, Izzy, pun meminta sang bidan datang ke rumahnya.
Lalu, ketika Sabriena hendak buang air kecil dan Izzy menyiapkan kolam bersalin, ia mengalami beberapa kontraksi yang sangat kuat.
Sabriena merasa dirinya sedang dalam proses persalinan aktif, yang artinya buah hati mereka sedang dalam proses keluar.
Baca Juga: Mudahkan Warga yang akan Melahirkan, Pemkot Tangerang Hadirkan Program Paket 3 In 1
"Saya berteriak, 'Kau harus segera memanggil bidan' karena saat itulah aku membatin, 'Sial, aku sedang melahirkan," imbuh Sabriena, yang menampilkan video persalinannya.
Ketika sang bidan menelepon pukul 10.00 malam, sang bayi ternyata keluar sendiri. Persalinan ini terjadi ketika Sabriena masih duduk di toilet.
Untungnya saat bayi keluar, Izzy dengan sigap menangkap sang bayi.
"Dia (Izzy) menangkapnya tepat sebelum dia (bayi) jatuh ke air toilet dan meletakkannya di dada saya," lanjut Sabriena.
Karena tidak siap, Izzy menggunakan bantal milik anjing peliharaannya untuk meletakkan bayi mereka. Sementara Sabriena masih duduk di toilet.
Ketika sang bidan datang, baru mereka memotong talipusar.
Berita Terkait
-
Kasus Kepala Bayi Putus di Indragiri Hilir Berujung Damai, Puskesmas Beri Perawatan Rutin ke Ibu yang Melahirkan
-
Tahanan Melahirkan di Sel, Keluarga Diminta Jemput Bayi dalam Satu Jam, Publik Sentil Kak Seto dan PC: Adilkah?
-
Wuih, Momen Terbaik Sekaligus Terburuk Seorang Ibu: Melahirkan Bayi Seukuran Balita
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan