Suara.com - Sudahkah Anda mendapatkan vaksin booster Covid-19? Jika belum, segera vaksinasi. Sebab, penelitian terbaru menemukan bahwa dosis booster memberi perlindungan terbaik terhadap Omicron.
Tidak hanya Omicron, vaksin Covid-19 dosis ketiga juga dapat melawan semua varian SARS-CoV-2, termasuk yang paling berbahaya.
Sementara dosis dua vaksin Covid-19 hanya menawarkan perlindungan terbatas dan hanya dapat bertahan dalam jangka waktu lebih pendek.
Studi ini dilakukan oleh para peneliti di Statens Serum Institut, Kopenhagen, Denmark, yang terbit dalam jurnal akses terbuka PLOS Medicine.
Dari hasil temuan, peneliti sangat menyarankan masyarakat untuk mendapat vaksin booster demi mengurangi risiko infeksi Omicron dan rawat inap.
"Vaksin dosis ketiga Covid-19 dapat memberikan perlidungan yang lebih tinggi dan lebih lama terhadap infeksi virus menular dan komplikasi terkait, dibanding dua dosis," tulis peneliti, dikutip The Health Site.
Ini bukanlah satu-satunya penelitian yang membuktikan bahwa vaksin booster memberi perlindungan terbaik. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pernah mencatat bahwa dosis ketiga memberi perlindungan sebesar 90 persen terhadap penyakit parah akibat infeksi Omicron.
Bahkan, itu berlaku pada orang dewasa paling rentan yang berusia 65 tahun ke atas.
Namun, dalam penelitian di Denmark ini, peneliti menekankan perlunya studi lanjutan untuk lebih memahami daya tahan dosis vaksin ketiga setelah 120 hari dan apakah diperlukan dosis keempat.
Baca Juga: Ketua AOC Kualanamu: Aturan Vaksin Booster Membebani Penumpang
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS