”Tujuan pemasangan kateter adalah untuk membuka penyumbatan tersebut dan mengembalikan aliran pembuluh darah arteri ke jantung," kata Yamin menjelaskan.
Sementara itu, bertepatan dengan Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September pada setiap tahunnya, Eka Hospital sebagai penyedia layanan kesehatan turut membantu masyarakat dengan menyediakan paket untuk tindakan jantung mulai dari Paket CAG (Coronary Angiography atau kateterisasi jantung) dengan harga 14juta, Paket PCI (Percutaneous Coronary Intervention atau pemasangan ring jantung) dengan harga 55 juta, Paket CAG dan PCI seharga 65 juta, serta Paket CABG (Coronary Arterial Bypass Graft Surgery) dengan harga 168 juta. Promo ini berlaku sampai dengan 31 Desember 2022.
“Pada momen hari jantung ini Eka Hospital ingin berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan layanan paket tindakan jantung, dengan harapan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para pasien jantung, melalui tim dokter jantung kami miliki di MY Cardia”, ungkap drg. Rina Setiawati selaku Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital Grup.
Untuk informasi lebih lanjut tentang edukasi penyakit jantung serta paket lainnya, silahkan kunjungi https://www.ekahospital.com/packages.
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Kenali Penyakit Jantung Bawaan? Yuk Simak
-
Awas, Gejala Serangan Jantung Ini Bisa Terjadi Pada Perempuan Tapi Sering Disepelekan
-
Angka Penderita Penyakit Jantung Bawaan Masih Tinggi, Ketahui Gejala Serta Cara Skriningnya
-
Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi
-
Dokter Ungkap Wanita Lebih Berisiko Alami Kematian Akibat Jantung Koroner, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius