Suara.com - Sering kali kulit tiba-tiba muncul bentol-bentol yang cukup gatal dan merah. Kondisi ini sendiri biasa dikenal dengan nama biduran. Biasanya, biduran muncul akibat alergi yang dialami seseorang karena suatu zat yang masuk atau menyentuh tubuh orang tersebut.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Serta Konsultan Alergi Imunologi Klinik, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI mengatakan, kondisi biduran sendiri bisa disebabkan karena dua faktor, alergen maupun non alergen.
Untuk faktor alergen, biasanya ini reaksi yang bisa dicegah dengan menghindari zat-zat yang membuat tubuh menjadi alergi dan biduran. Namun, untuk non alergen, biasanya sering muncul begitu saja karena faktor lingkungan.
“Biduran itu adanya kelainan kulit yang disebabkan alergen maupun non alergen, biasanya ditandai dengan munculnya bentol, kemerahan, dan rasa gatal,” ucap Prof. Iris dalam webinar kesehatan (6/10/2022).
Untuk alergen yang menyebabkan biduran pada seseorang sendiri beragam, mulai dari makanan laut (udang, ikan tongkol, dan lain-lain), telur, kacang-kacangan, ubur-ubur, atau debu tungau.
Sementara itu, untuk biduran karena faktor non alergen bisa disebabkan berbagai hal seperti udara terlalu dingin atau panas, cahaya matahari yang mengenai kulit berlebihan, atau adanya tekanan pada kulit.
Selain faktor penyebabnya, biduran sendiri juga dikenal dengan dua jenis, yaitu akut dan kronis. Pada biduran akut, Prof. Iris menjelaskan, kondisi ini biasanya tidak begitu parah. Kondisi biduran yang muncul juga kurang dari 6 minggu. Selain itu, biduran akut biasanya diketahui penyebabnya.
Sedangkan untuk biduran kronis, jenis ini biasanya berlangsung lebih dari enam minggu. Selain itu, 70 persen penderita tidak diketahui sebab biduran tersebut muncul. Biduran kronis sendiri juga dibagi menjadi dua di antaranya sebagai berikut.
- Biduran kronis kontinyu, gejala yang muncul biasanya dialami setiap hari atau sebagian besar hari dalam seminggu.
- Biduran kronis rekuren, gejalanya biduran ini muncul dalam waktu interval. Artinya, kondisi ini dapat terjadi beberapa hari sampai minggu.
Cara mengatasi
Baca Juga: Kulit Putih Alami, Coba Kosumsi 7 Sayuran Ini
Untuk mengatasi agar biduran alergi ini tidak muncul, diperlukan perawatan dan cara mengobati yang perlu diketahui. Berdasarkan penjelasan Prof. Iris, cara mengatasi biduran di antaranya:
- enghindari faktor yang menyebabkan alergi terjadi.
- Siapkan obat antihistamin generasi kedua untuk berjaga-jaga jika alergi muncul.
- Pada biduran kronis yang berkepanjangan, untuk pemakaian obat jangka panjang perlu dievaluasi selama 3-6 bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!