Suara.com - Potensi anak bisa tidak maksimal salah satunya adalah karena kesalahan orangtua. Simak penjelasan psikolog untuk menghindarinya yuk!
Pada beberapa orangtua, kerap kali memiliki keinginan untuk mengarahkan anaknya menjadi sosok yang diinginkannya. Biasanya, orangtua akan mengarahkan anaknya untuk menempuh pendidikan agar bisa memiliki profesi sesuai dengan keinginannya.
Meski demikian, tidak bisa dipungkiri jika terkadang apa yang diinginkan orangtua tidak sejalan dengan keinginan anak. Bahkan, beberapa orangtua kerap memaksa anak untuk melakukan hal yang diinginkannya. Padahal, anak itu sendiri tidak menyukainya.
Menanggapi hal tersebut Psikolog Erika Kamaria Yamin, M. Psi., Psikolog, CHt mengatakan, keinginan orangtua itu dapat berpengaruh pada kehidupan anak. Padahal seharusnya orangtua membiarkan bebas anak untuk mengeksplor keinginan dan hal yang diminatinya.
Erika juga menjelaskan, terdapat beberapa batasan yang kerap kali dilupakan orangtua. Padahal, itu akan sangat memengaruhi kehidupan sang anak dalam menggali potensinya. Beberapa batasan tersebut, di antaranya sebagai berikut.
1. Terlalu terburu-buru dalam menentukan bakat dan minat anak
Sikap terburu-buru juga menjadi hal yang menghalangi anak dalam menggali potensi dalam dirinya. Berdasarkan penjelasan Erika, terkadang orangtua zaman sekarang terlalu cepat menentukan potensi anak. Padahal, usia anak tersebut masih terbilang sangat muda.
Selain itu, saat anak dewasa juga dirinya akan mendapat berbagai pengalaman baru. Oleh sebab itu, menentukan potensi dan minat anak terlalu cepat justru tindakan yang salah.
“Pertama sih jangan terlalu terburu-buru, karena orangtua zaman sekarang pengen anaknya sukses juga. Cuma kadang-kadang tuh setahun kayak udah tahu anaknya mau ke mana. Padahal yang paling penting untuk anak usia dini itu tadi itu pondasinya itu dulu, stimulasinya dulu gitu,” ucap Erika saat diwawancarai dalam acara Kiddofest 2022 Opening Press Conference, Kamis (10/11/2022).
Baca Juga: Ahli Gizi IPB: Stunting Juga Berefek pada Perkembangan Otak Anak, Tak Hanya Tubuh Pendek
2. Orang tua banyak berpikir kalau potensi genetik
Hal lain yang juga menjadi kendala anak menggali potensi yaitu orangtua sering berpikir karena keturunan. Dikatakan, beberapa orangtua berpikir kalau potensi itu karena genetik. Padahal, menurut Erika, potensi anak itu bisa saja berbeda dengan kemampuan orang tuanya.
“Banyak orangtua yang berpikir kalau potensi itu genetik, “Ah papa tuh suka musik pasti kamu juga bisa”, padahal belum tentu gitu. Orang tua itu kan harusnya tadi pola asuhnya membentuk anak akan suka sesuatu atau enggak,” jelas Erika.
Orang tua juga kerap kali mengeluh dengan pekerjaan yang dilakukannya. Di sisi lain, ia menginginkan sang anak menjalani profesi yang sama. Hal ini yang membuat anak menjadi bingung. Pasalnya, ia melihat jika orangtua kerap mengeluh dan akan membuatnya berpikir jika pekerjaan tersebut tidak menyenangkan.
“Misalnya kayak nih orangtua pulang kerja gitu kan capek di rumah abis itu dia ngeluh gitu, nah anak di pikirannya kayak kerjaan si papa nih enggak seru gitu karena tiap kali pulang ke rumah aku dimarahi terus gitu. Jadi orangtua itu harusnya membentuk persepsi anak atas bidang potensi itu, bisa bikin anak suka bisa bukan bikin anak ilfeel,” sambung Erika.
3. Orang tua harus tahu anak punya keinginan sendiri
Berita Terkait
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Erika Carlina Harus Bawa Putranya ke Psikolog di Usia 13 Tahun, Ada Apa?
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!