Suara.com - Grup RS Siloam (Siloam) belum lama ini bekerjasama dengan Asan Medical Center (AMC) di Seoul, Korea Selatan untuk memperluas dan mengembangkan kapabilitas klinis di Indonesia. Kolaborasi ini juga akan memungkinkan kedua rumah sakit dari dua negara berbeda itu untuk menjadi penyedia layanan kesehatan kolaboratif, termasuk perawatan bersama pasien dan rujukan pasien, serta pertukaran staf medis dan peneliti.
"Kami memiliki tujuan yang sama dalam upaya kami untuk meningkatkan kesehatan dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan. Kami sangat senang dapat memulai kolaborasi strategis dengan Siloam, salah satu operator layanan kesehatan swasta terbesar di Indonesia yang memiliki standar internasional dan keahlian yang mendalam di bidang medis,"ujar perwakilan dari Asan Medical Center, Sook-kyung Sung,
Asan Medical Center (AMC) telah menjadi yang terdepan dalam pengembangan medis di Korea Selatan sejak didirikan pada tahun 1989. Sebagai kompleks medis terbesar di Korea, AMC memiliki 2.732 tempat tidur, 50 pusat spesialisasi, dan 56 departemen klinis, yang memberikan perawatan kepada rata-rata 13.857 pasien rawat jalan dan 2.491 pasien rawat inap setiap hari. Selain itu, AMC melakukan lebih dari 70.000 operasi kompleks setiap tahunnya.
Hubungan kerjasama strategis ini menunjukkan komitmen Siloam untuk terus memperkuat program klinis dan hasil medisnya. Kedua belah pihak dapat saling meningkatkan pengetahuan dalam kasus-kasus yang kompleks, meningkatkan kesadaran, eksposur, dan pengalaman tim medis di berbagai bidang medis, serta banyak keuntungan lainnya dari kemitraan ini.
Selain itu, para dokter dan ahli medis dari kedua rumah sakit dapat memperoleh manfaat dari penelitian dan pelatihan klinis. Siloam mengelola jaringan yang luas dengan 41 rumah sakit yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia dan melayani lebih dari 3 juta pasien setiap tahunnya. Dengan memanfaatkan keahlian klinis AMC yang canggih, Siloam dapat berkolaborasi dalam pelatihan bersama, penelitian dan uji klinis bersama, kunjungan lapangan, dan transfer pengetahuan akademis.
"Dalam usaha kami untuk terus meningkatkan pelayanan yang kami berikan, kami berupaya untuk menyediakan pusat unggulan untuk meringankan kebutuhan medis di negara ini. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan medis kami yang sudah ada dan membangun kemampuan medis yang baru. Sementara Siloam terus mengembangkan kemampuan medisnya yang komprehensif, kami berharap kolaborasi medis antara Siloam dan AMC juga akan meluas ke layanan lainnya," ujar CEO Siloam Grup Caroline Riady.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien