Suara.com - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami lonjakan dalam beberapa minggu terakhir. Berdasarkan situs Infeksi Emerging Kemenkes, per 12 Desember 2023 tercatat 298 kasus terkonfirmasi positif. Sebanyak 2 pasien juga dinyatakan meninggal dunia.
Kenaikan kasus ini terjadi karena adanya subvarian Omicron XBB 1.5 yang juga sempat membuat lonjakan di Amerika Serikat serta beberapa negara di Eropa.
Di Indonesia sendiri, juga sudah terdeteksi adanya subvarian EG2 dan EG5 yang membuat kasus Covid-19 kembali meningkat.
Meski kasus Covid-19 mulai naik kembali, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, mengungkap bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan untuk mewajibkan masyarakat memakai masker.
Namun, disarankan untuk memakai masker untuk seseorang yang sakit dan berada di kerumunan.
“Tidak ada kewajiban prokes atau pakai masker,” kata dr. Siti Nadia saat dihubungi Suara.com, Selasa (12/12/2023).
Lonjakan kasus Covid-19 yang lebih tinggi dikhawatirkan terjadi saat liburan Nataru mendatang. Untuk antisipasi, Kemenkes menekankan masyarakat untuk bisa melengkapi vaksinasi baik dosis primer, maupun booster.
“Sangat direkomendasikan untuk segera melengkapi vaksinasi Covid-19, baik dosis primer maupun booster sesuai ketentuan,” kata dr. Siti Nadia.
Kemenkes juga memberikan beberapa saran yang bisa dilakukan masyarakat demi mencegah adanya kenaikan kasus Covid-19, di antaranya sebagai berikut.
Baca Juga: Terjadi 271 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sepekan, Dua Pasien Meninggal Dunia di Bulan Desember
- Masyarakat yang batuk flu segera lakukan tes Covid-19. Jika hasilnya positif, lakukan isolasi mandiri dan akses telemedisin setelah mendapatkan notifikasi dari Kemenkes.
- Gunakan masker saat sakit flu atau saat berada di kerumunan atau tempat umum yang berisiko.
- Lakukan cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.
- Lengkapi vaksinasi sampai booster kedua.
- Tunda untuk bepergian ke daerah yang melaporkan adanya lonjakan kasus Covid-19.
Masyarakat yang merasa ada gejala-gejala Covid-19 juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) maupun rumah sakit terdekat. Beberapa gejala yang patut diwaspadai ini di antaranya demam, batuk, pilek, hingga sesak napas. Jika gejala tersebut terjadi, masyarakat dapat segera melakukan pemeriksaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat