Tetap pada Rencana
Pertimbangkan pola harian yang biasa, dan kapan biasanya Anda makan makanan ringan. Jika makanan ringan di pagi hari bukan bagian dari rutinitas harian, seharusnya Anda tidak mencari permen pada pukul 10 pagi.
Pastikan makanan dan camilan Anda mengandung banyak protein yang dapat mengurangi rasa lapar, dan jangan biarkan diri menjadi dehidrasi.
Utamakan Tidur
Menghadiri banyak pertemuan sosial dan tinggal lebih lama sering berarti mengurangi waktu tidur. Kehilangan tidur dapat membuat lebih sulit untuk mengatur gula darah.
Ketika Anda kekurangan tidur, mungkin cenderung makan lebih banyak dan lebih suka makanan tinggi lemak dan tinggi gula. Upayakan setidaknya 7 jam setiap malam untuk melindungi diri dari makan secara tidak sadar.
Jangan Jadikan Ini Kebiasaan
Beberapa potong kue atau makanan manis saat liburan pada satu atau dua pesta bukanlah akhir dunia, tetapi jangan biarkan itu menjadi kebiasaan.
Mengonsumsi 100 kalori ekstra sehari di atas kebutuhan Anda dapat berarti penambahan berat badan sepuluh pon selama setahun. Tetaplah berada dalam kendali dan Anda akan memiliki musim liburan yang lebih bahagia dan sehat!
“Meskipun kelebihan makanan manis bisa menjadi tantangan bagi kebanyakan orang selama musim liburan, membekali diri dengan beberapa strategi pasti akan membantu Anda mempertahankan kendali dan mencegah penambahan berat badan. Selain itu, menerapkan strategi ini sepanjang tahun dapat mengarah pada hubungan yang lebih baik dengan gula dan kesehatan secara keseluruhan,” tutup Susan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala