2. Merasa tidak berguna
Gejala burnout yang kedua yaitu munculnya rasa tidak berguna atau tidak kompeten dalam segala hal. Masalah ini mengarah pada kurangnya pencapaian dan produktivitas diri.
3. Depresi
Studi menunjukkan jika seseorang rentan terhadap gangguan depresi, maka tak dipungkiri bahwa ia lebih rentan lagi mengalami burnout.
4. Membenci pekerjaan
Gegala berikutnya, merasa ketidakpuasan pada pekerjaan adalah salah satu dari beberapa efek samping burnout. Gejala ini sering kali muncul yang disertai dengan penyakit fisik.
5. Sakit kepala
Herbert Freudenberger, psikolog asal Amerika Serikat yang mencetuskan burnout pada tahun 1974, mengklaim bahwa sering sakit kepala adalah gejala fisik dari penyakit burnout. Bahkan sakit kepala yang timbul dapat berdampak pada terganggunya waktu tidur.
Cara Mengatasi Burnout
Baca Juga: Wanda Hara Ternyata Gak Sekali Hadiri Kajian Pakai Baju Muslimah, Sempat Foto Bareng Umi Pipik
Untuk mengatasi burnout, seseorang bisa melakukan beberapa cara sederhana seperti berikut ini:
- Diskusikan masalah pada orang yang dipercaya
- Menetapkan tujuan yang harus dilakukan dan menghindari hal yang bisa menunggu
- Cari dukungan, sebab dukungan dan kolaborasi bisa membantumu mengatasinya
- Lakukan aktivitas yang menenangkan, seperti beribadah, yoga, meditasi, atau tai chi
- Olahraga secara rutin, sehingga dapat mengalihkan pikiran dari sesuatu yang menyebabkan burnout.
- Tidur yang cukup dapat memulihkan kesehatan dan membantu meningkatkan kesehatan
Itulah tadi penjelasan seputar apa itu burnout, penyakit yang diidap Caca Tengker.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh