Suara.com - Vitamin D menjadi salah satu mikronutrien penting bagi kesehatan tubuh. Vitamin D bisa didapatkan dari bahan makanan maupun suplemen. Lantas kapan waktu terbaik konsumsi vitamin D?
Selain dari bahan makanan, asupan vitamin dari suplemen terkadang diperlukan supaya tubuh tidak kekurangan jenis nutrisi yang bermanfaat untuk menyempurnakan proses metabolisme.
Nah, untuk menyempurnakan kinerja suplemen yang terkandung dalam vitamin D, sebaiknya Anda mengenali waktu terbaik untuk meminum atau mengonsumsinya. Saat dikonsumsi di waktu yang tepat, maka vitamin D bisa terserap secara maksimal sehingga dapat bekerja jauh lebih optimal.
Apa Itu Vitamin D?
Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak dalam keluarga senyawa yang meliputi D1, D2, dan juga D3. Tubuh akan memproduksi vitamin ini secara alami ketika terpapar sinar matahari langsung.
Tak hanya itu, manusia juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari makanan dan suplemen tertentu guna memastikan kadarnya dalam darah sudah cukup terpenuhi. Salah satu fungsi penting dari vitamin D yaitu untuk mengatur penyerapan kalsium dan fosfor serta memfasilitasi fungsi dari sistem kekebalan tubuh secara normal.
Itu artinya, mendapatkan cukup vitamin D sangatlah krusial sebagai pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi, serta meningkatkan ketahanan dari penyakit tertentu.
Manfaat Vitamin D
Memenuhi asupan vitamin D sangat penting bagi tubuh guna mendapatkan beberapa manfaat kesehatan seperti berikut:
Baca Juga: Bahaya Kekurangan Vitamin D, Perparah Gejala Menopause hingga Ganggu Reproduksi?
1. Melawan penyakit tertentu
Manfaat vitamin D dipercaya bisa melawan penyakit tertentu, antara lain:
- Mengurangi risiko multiple sclerosis
- Menurunkan potensi gangguan jantung
- Mengurangi kemungkinan mengalami penyakit parah
- Mendukung kekebalan tubuh.
2. Mengatur suasana hati dan mengurangi depresi
Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa vitamin D memiliki peran penting dalam mengatur suasana hati serta mengurangi risiko depresi seseorang. Sedangkan, tinjauan lain menyebutkan bahwa, kadar yang rendah dapat meningkatkan risiko seseorang pada kondisi kecemasan, gejala fibromyalgia yang lebih buruk, hingga depresi.
3. Mendukung penurunan berat badan
Orang dengan berat badan yang berlebih bisa disebabkan karena kandungan vitamin D di dalam tubuhnya rendah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia