Suara.com - Pernahkah anda mengalami cacar air? Sebagian besar orang mungkin pernah mengalami cacar. Penyakit yang menyebabkan gatal ini seringkali mengganggu aktivitas dan penampilan.
Bila digaruk cairan pada cacar bisa keluar dan terasa menyakitkan. Bahkan bisa menyebabkan cacar air bertambah banyak dan menyebabkan bekas luka yang lama hilang.
Cacar air adalah yang umum terjadi, dan biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, cacar juga dapat terjadi pada remaja dan orang dewasa, bahkan bisa menjadi masalah yang serius.
Cara mengobati cacar agar cepat kering
Ketika terkena cacar, biasanya Anda akan sulit menahan diri untuk tidak menggaruknya. Cairan yang keluar dari cacar pun cukup sulit untuk kering.
Lalu, bagaimana cara mengobati cacar agar cepat kering?. Berikut ini 3 cara yang dapat Anda lakukan.
1. Mengoleskan losion kalamin
Anda dapat mengoleskan losion kalamin pada kulit yang terkena cacar menggunakan tangan yang bersih atau kapas. Akan tetapi, Anda tidak boleh mengoleskannya pada cacar di sekitar mata.
Losion kalamin dapat mengobati cacar agar cepat kering. Selain itu, losion kalamin juga dapat mengurangi rasa gatal yang timbul. Bahkan kandungan zinc oxide dalam losion kalamin dapat menenangkan kulit Anda.
Baca Juga: Miskonsepsi Seputar Dengue: Fakta dan Pencegahan yang Perlu Diketahui
2. Mengoleskan losion oatmeal
Sama halnya dengan losion kalamin, mengoleskan losion oatmeal pada kulit yang terkena cacar juga dapat membantu cacar agar cepat kering. Losion oatmeal memiliki efek menenangkan kulit, dan melembapkan lepuhan cacar yang terasa gatal. Anda dapat membeli losion oatmeal di apotek.
3. Mandi dengan baking soda
Ini merupakan cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengobati cacar agar cepat kering. Anda bisa menambahkan satu cangkir baking soda ke dalam bak mandi yang berisi air hangat. Berendamlah selama 15-20 menit. Selain mempercepat keringnya cacar, baking soda juga dapat mengurangi gatal yang dirasakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem