Suara.com - Lebaran adalah momen yang dinanti-nantikan oleh banyak orang, terutama sebagai ajang silaturahmi dan perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Namun, bagi pasien diabetes, perayaan ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Sajian khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, serta aneka kue dan minuman manis dapat menjadi godaan yang sulit dihindari. Oleh karena itu, menjaga pola makan menjadi kunci agar kadar gula darah tetap stabil.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Martha Rosana, SpPD, yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menekankan pentingnya kesadaran dalam mengatur pola makan selama momen Lebaran.
Menurutnya, pasien diabetes tetap bisa menikmati hidangan khas Lebaran, tetapi dengan porsi yang terkontrol dan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.
Dokter Martha mengingatkan bahwa penderita diabetes harus lebih selektif dalam memilih makanan. Salah satu kesalahan umum adalah ngemil tanpa sadar ketika sedang berbincang dengan keluarga.
"Boleh nggak makan nastar? Jawabannya boleh, tapi mungkin satu buah saja. Tidak boleh ngemil dari toples tanpa sadar sambil ngobrol dengan saudara, tiba-tiba habis 10 butir," ujarnya dikutip dari ANTARA pada Selasa (25/3/2025).
Untuk menghindari lonjakan gula darah, ia menyarankan agar pasien diabetes mengganti camilan tinggi gula dengan alternatif yang lebih sehat, seperti buah potong atau sayuran segar.
Selain itu, konsumsi makanan manis seperti kue kering dan minuman bersoda sebaiknya dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas.
Pentingnya Mengatur Jarak dan Kecepatan Makan
Baca Juga: Realme 13 Turun Harga Jelang Lebaran 2025, Diskon Hingga Ratusan Ribu di Indonesia
Selain memilih makanan yang lebih sehat, dokter Martha juga menyarankan agar pasien diabetes mengatur pola makan dengan cara makan secara perlahan dan memberi jeda antar waktu makan.
"Agar asupan makanan tidak bablas atau khilaf, disarankan makan secara perlahan. Di sela-sela makan, minum air putih pelan-pelan. Itu memberi waktu pada otak, lambung, dan usus kita untuk mencerna bahwa badan sudah kenyang. Dibutuhkan sekitar 15-20 menit untuk merasa kenyang," jelasnya.
Dengan memberi waktu bagi tubuh untuk menangkap sinyal kenyang, pasien diabetes dapat mengurangi keinginan untuk ngemil makanan tinggi kalori dan gula yang biasanya tersaji selama Lebaran. Ini juga membantu menghindari lonjakan gula darah yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Menghindari Minuman Manis dan Memenuhi Kebutuhan Cairan
Selain makanan, jenis minuman yang dikonsumsi juga berperan besar dalam menjaga kestabilan kadar gula darah. Minuman bersoda dan minuman kemasan yang mengandung gula tinggi sebaiknya dihindari.
Sebagai gantinya, air putih menjadi pilihan terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh tanpa meningkatkan kadar gula darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?