Suara.com - Jika sebelumnya pada program kehamilan perempuan jadi objek utama pemeriksaan kesehatan, kini dokter spesialis kandungan akan memeriksa kesehatan reproduksi pria alias pihak suami lebih dulu.
Ini sebagaimana penjelasan Dokter Spesialis Kandungan Subspesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi, dr. Boy Abidin, Sp.OG (K) yang mengatakan pemeriksaan sperma lebih mudah, cepat dan murah dibanding pemeriksaan menyeluruh pada perempuan.
"Ya, karena kalau pemeriksaan sperma itu kan mudah. Dia hanya jadi dikeluarkan spermanya, kemudian kita tampung. Dan kemudian saat itu juga langsung diperiksa di bawah mikroskop. Jadi hasilnya di hari yang sama biasanya kita sudah tahu. Jadi itu sangat mudah. Berbeda dengan pemeriksaan perempuan," ujar dr. Boy Abidin dalam acara sesi edukasi Bayer The Science Behind: Self Care di Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025).
Jenis pemeriksaan sperma dalam program kehamilan menurut dr. Boy dilakukan dengan metode non invasif alias tanpa proses pembedahan. Periode pemeriksaan dilakukan dengan cara selama 3 hingga 5 hari pria tidak boleh mengeluarkan sperma, lalu di hari berikutnya datang ke dokter dan di hari yang sama hasil sudah bisa diketahui.
Pemeriksaan dilakukan di bawah mikroskop yang nantinya akan dilihat bentuk, jumlah hingga pergerakan sperma yang menentukan kualitas untuk bisa membuahi sel telur.
Sperma yang lambat, pergerakan abnormal hingga jumlah sedikit maka cenderung dianggap sperma yang buruk. Sedangkan sperma yang bagus yaitu apabila bergerak cepat melaju bagaikan 'peluncur' untuk membuahi sel telur, dan sperma yang seperti ini jumlahnya harus banyak.
Lebih lanjut menurut dr. Boy, pemeriksaan pada perempuan lebih rumit karena dokter harus memeriksa secara langsung ke dalam rahim untuk melihat kesiapannya menerima embrio atau sebagai rumah berkembangnya janin.
Bukan cuma kondisi rahim, bahkan ia mengatakan kualitas sel telur, saluran telur alias tuba falopi, hingga kondisi hormon perempuan juga perlu diperiksa. Inilah sebabnya pemeriksaan program kehamilan pada perempuan lebih rumit, kompleks, lama, dan memakan biaya yang tidak sedikit.
"Dan semuanya itu pemeriksaannya memang tidak mudah, dan juga memerlukan biaya yang tidak murah juga. Jadi kalau misalnya hormon kita harus ambil darah, kita periksa nanti hasilnya mungkin dalam 1 hari. Bahkan ada beberapa yang baru selesai dalam 1 minggu," jelas dr. Boy.
Baca Juga: Review Jujur Maia Estianty Makan Shirako, Sperma Ikan yang Kaya Manfaat
Ia menambahkan khusus untuk pemeriksaan saluran tuba falopi juga diperlukan pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) yaitu pemeriksaan menggunakan X-Ray. Pemeriksaan ini perlu melibatkan bagian radiologi.
Bahkan pemeriksaan program kehamilan pada perempuan juga perlu melibatkan alat USG. Periode pemeriksaan juga tidak boleh sembarangan, kata dr. Boy waktu terbaik dilakukan di hari ke-2 atau hari ke-3 setelah menstruasi. Tak jarang juga, agar lebih pasti pemeriksaan tambahan dilakukan di hari ke-14 dan hari ke-15 setelah menstruasi.
"Jadi memang cukup banyak tahapan-tahapan yang perlu kita lakukan, untuk memeriksa mengevaluasi kondisi kesehatan dan produksi pada seorang wanita. Beda dengan pria yang sangat simpel," tegas dr. Boy.
Perlu diketahui, pemaparan dr. Boy tentang pemeriksaan sperma pria lebih didahulukan saat program kehamilan karena sesuai dengan data menunjukkan gangguan kesuburan atau infertilitas pada pria berkontribusi pada setengah dari semua kasus infertilitas.
"Dan untuk sperma bisa membuahi, maka dia perlu jumlah, bentuk dan gerakan yang optimal atau yang baik untuk menghamili,” ungkapnya.
Apalagi faktor sperma yang bagus, akan menambah peluang hamil secara alami. Tapi jika tidak bagus, maka perlu bantuan intervensi teknologi seperti inseminasi hingga bayi tabung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari