Suara.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Menurut data WHO, hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, dua penyebab kematian tertinggi di dunia.
Mirisnya, banyak masyarakat tidak menyadari mereka mengidap hipertensi karena minimnya gejala yang muncul di awal, itulah sebabnya kondisi ini dijuluki silent killer.
Sayangnya, gaya hidup yang tidak seimbang masih menjadi penyebab utama tingginya angka kasus hipertensi. Salah satunya adalah rendahnya asupan serat harian.
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dari Kementerian Kesehatan RI, pria dewasa membutuhkan sekitar 37 gram serat per hari dan wanita sekitar 32 gram.
Namun kenyataannya, konsumsi serat masyarakat Indonesia belum mencapai 50 persen dari angka tersebut.
Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, mengingat serat memiliki peran penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Tanpa edukasi dan pencegahan sejak dini, jumlah penderita hipertensi bisa terus meningkat, membebani sistem kesehatan nasional, dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Naisly hadir dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif melalui program “Naisly Cares: Raising Awareness About Heart Health” yang digelar di Yogyakarta.
Program ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan melalui edukasi serta produk bernutrisi unggul seperti HealthyGrain.
Dalam acara tersebut, apt. Jose Amadeus, S.Farm, selaku formulator HealthyGrain, menyampaikan pentingnya deteksi dini dan pencegahan melalui pola makan sehat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Pensil Alis dengan Ujung Micro, Kunci Bikin Alis Serat Natural Sempurna
“Salah satu cara paling mudah untuk menurunkan risiko hipertensi adalah dengan mencukupi asupan serat larut setiap hari. Serat larut memiliki manfaat langsung dalam menjaga tekanan darah, karena dapat membantu menurunkan kolesterol dan memperlancar sistem pencernaan,” jelasnya di hadapan para peserta.
Serat larut bekerja dengan menyerap air dan membentuk gel di dalam sistem pencernaan. Gel ini membantu memperlambat penyerapan kolesterol dan gula ke dalam darah, sehingga berdampak langsung terhadap stabilitas tekanan darah. Kandungan seperti ini dapat ditemukan secara alami dalam oats, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang menjadi komponen utama dari HealthyGrain.
“Produk ini bukan hanya untuk mereka yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, tapi juga sangat relevan bagi siapa saja yang ingin hidup lebih sehat sejak dini,” tambah Jose.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager Commercial Strategic PT Gawe Becik Nadhah Anugrah, Aditya Wicaksana, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
“Kami percaya bahwa edukasi adalah fondasi penting untuk perubahan gaya hidup. Kesehatan adalah investasi, dan langkah kecil seperti memilih makanan bernutrisi tinggi bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang,” ujarnya.
Jose juga menambahkan bahwa masa adaptasi tubuh terhadap serat sangat wajar terjadi.
“Awalnya bisa muncul keluhan ringan seperti kembung atau gas, tetapi ini hanya sementara. Tubuh akan menyesuaikan dan efek positif akan segera terasa, terutama pada kesehatan pencernaan dan tekanan darah.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat