- Peneliti Celios Bara Setiadi mengkritik pelibatan tentara dalam Koperasi Merah Putih di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
- Kebijakan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai tidak sejalan dengan asas kekeluargaan dan gotong royong koperasi.
- Militer dikhawatirkan tidak memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola berbagai unit usaha koperasi seperti apotek.
Suara.com - Maraknya pelibatan tentara dalam pengelolaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menuai kritik dari pengamat. Mereka menilai sistem komando ala militer tidak sejalan dengan prinsip meritokrasi maupun asas koperasi yang mengedepankan gotong royong.
Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Bara Setiadi, menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan tentara didorong oleh sistem komando yang melekat dalam pola kerja prajurit.
"Siapa lagi yang mau disuruh? Siapa lagi yang mau taat instruksi dari atas ke bawah gitu?" kata Bara di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Berbeda dengan budaya sipil yang menyediakan ruang untuk koreksi dan inovasi, sistem militer dinilai lebih efektif untuk menjalankan program prioritas pemerintah secara komando.
Padahal, menurut data yang diperoleh Bara, mayoritas warga desa justru mengaku tidak membutuhkan Kopdes Merah Putih.
Selain itu, Bara khawatir militer tidak memiliki kompetensi untuk mengelola Koperasi Merah Putih yang salah satu unit usahanya dapat berupa apotek.
"Ini juga berbahaya ketika (dikelola) orang-orang tidak tahu cara membuat obat, apalagi kalau militer yang disuruh," tambah Bara.
Bara juga mengkritik pembentukan Koperasi Merah Putih yang cenderung bersifat top-down. Menurut dia, koperasi seharusnya dijalankan dengan asas kekeluargaan dan gotong royong.
Menurut Bara, koperasi merupakan perwujudan gerakan ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian. Karena itu, pendekatan militeristik yang justru mengedepankan kepatuhan dinilainya tidak sejalan dengan semangat dasar koperasi.
Baca Juga: Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru
-
MBG Maju Kena Mundur Kena, Guru Besar UGM Nilai Prabowo Terjebak Program Amburadul
-
Prabowo Putuskan Gubernur BI Pekan Ini, Destry Damayanti Segera Dilantik?
-
Skor PISA RI di Bawah Vietnam, Prabowo: Terima Sebagai Koreksi, Tapi Kita Jangan Terlalu Takut
-
Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
-
4 Shio yang Diprediksi Makin Bahagia dan Beruntung Besok 7 Agustus 2026
-
Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten Jayapura
-
Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur
-
Toyota Indonesia Sambut Rencana Insentif Kendaraan Listrik dengan Baterai Nikel