Health / Konsultasi
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 23:29 WIB
Ilustrasi Kesehatan Otak (Freepik)
Baca 10 detik
  • Dr. Vipada Sae-Lao menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak di era serba cepat melalui nutrisi seimbang, aktivitas fisik, dan tantangan mental yang teratur.
  • Otak hanya 2% dari berat tubuh, namun mengonsumsi 20% energi — menjadikannya organ vital yang perlu dirawat dengan pola makan sehat, olahraga, dan hubungan sosial positif.
  • Dengan langkah sederhana seperti makan bergizi, bergerak aktif, dan menjaga koneksi sosial, kita dapat memperlambat penuaan otak sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan omega-3, seperti bayam, alpukat, telur, ikan berlemak, dan kacang-kacangan. Nutrisi ini membantu memperbaiki sel otak, menjaga memori, serta melindungi dari stres oksidatif.

Hindari juga gula, garam, dan makanan olahan berlebihan, karena inflamasi akibat lemak berlebih di tubuh dapat mempercepat penuaan otak.

2. Bergerak untuk Melatih Kognisi

Aktivitas fisik bukan hanya untuk tubuh, tapi juga untuk otak. CDC merekomendasikan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu.

Olahraga rutin terbukti memperbaiki suasana hati, menurunkan stres, dan memperlambat penurunan fungsi otak.

“Saat bergerak, aliran darah ke otak meningkat, membawa oksigen dan nutrisi yang menjaga sel saraf tetap aktif,” jelas Dr. Sae-Lao.

3. Tantang Otak dengan Hal Baru

Belajar bahasa baru, bermain musik, atau sekadar mengisi teka-teki silang dapat menjaga jaringan saraf tetap aktif.

“Otak seperti otot, perlu tantangan untuk tetap kuat,” kata Dr. Sae-Lao.

Baca Juga: Apa Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025? Ini Maknanya

Aktivitas kreatif seperti melukis, memasak, atau tai-chi juga dapat memperkuat kewaspadaan dan meningkatkan keseimbangan emosional.

4. Lingkungan Bersih, Pikiran Jernih

Paparan polusi, asap, dan kebisingan dapat menurunkan fungsi kognitif. Jaga lingkungan sekitar tetap bersih dan minim distraksi digital.

Batasi waktu layar dan hindari konsumsi alkohol atau rokok. 

“Kebiasaan sederhana seperti tidur cukup dan menjaga ruang hidup tetap rapi sangat membantu kejernihan berpikir,” ujar Dr. Sae-Lao.

5. Bangun Hubungan Sosial yang Bermakna

Interaksi sosial bukan sekadar hiburan — tapi juga nutrisi bagi otak. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat dapat meningkatkan daya ingat dan memperlambat penuaan kognitif.

“Bertemu teman, berbagi cerita, atau sekadar tertawa bersama keluarga dapat melepaskan hormon kebahagiaan yang melindungi otak dari stres,” tutup Dr. Sae-Lao.

Otak adalah organ yang luar biasa — mampu belajar, menyesuaikan diri, dan berkembang sepanjang hidup kita. 

Dengan memberi asupan nutrisi tepat, menjaga tubuh tetap aktif, serta membangun koneksi sosial yang hangat, kita tak hanya memperkuat memori, tapi juga menambah kualitas hidup secara keseluruhan.

Load More