- Dr. Vipada Sae-Lao menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak di era serba cepat melalui nutrisi seimbang, aktivitas fisik, dan tantangan mental yang teratur.
- Otak hanya 2% dari berat tubuh, namun mengonsumsi 20% energi — menjadikannya organ vital yang perlu dirawat dengan pola makan sehat, olahraga, dan hubungan sosial positif.
- Dengan langkah sederhana seperti makan bergizi, bergerak aktif, dan menjaga koneksi sosial, kita dapat memperlambat penuaan otak sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan omega-3, seperti bayam, alpukat, telur, ikan berlemak, dan kacang-kacangan. Nutrisi ini membantu memperbaiki sel otak, menjaga memori, serta melindungi dari stres oksidatif.
Hindari juga gula, garam, dan makanan olahan berlebihan, karena inflamasi akibat lemak berlebih di tubuh dapat mempercepat penuaan otak.
2. Bergerak untuk Melatih Kognisi
Aktivitas fisik bukan hanya untuk tubuh, tapi juga untuk otak. CDC merekomendasikan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu.
Olahraga rutin terbukti memperbaiki suasana hati, menurunkan stres, dan memperlambat penurunan fungsi otak.
“Saat bergerak, aliran darah ke otak meningkat, membawa oksigen dan nutrisi yang menjaga sel saraf tetap aktif,” jelas Dr. Sae-Lao.
3. Tantang Otak dengan Hal Baru
Belajar bahasa baru, bermain musik, atau sekadar mengisi teka-teki silang dapat menjaga jaringan saraf tetap aktif.
“Otak seperti otot, perlu tantangan untuk tetap kuat,” kata Dr. Sae-Lao.
Baca Juga: Apa Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025? Ini Maknanya
Aktivitas kreatif seperti melukis, memasak, atau tai-chi juga dapat memperkuat kewaspadaan dan meningkatkan keseimbangan emosional.
4. Lingkungan Bersih, Pikiran Jernih
Paparan polusi, asap, dan kebisingan dapat menurunkan fungsi kognitif. Jaga lingkungan sekitar tetap bersih dan minim distraksi digital.
Batasi waktu layar dan hindari konsumsi alkohol atau rokok.
“Kebiasaan sederhana seperti tidur cukup dan menjaga ruang hidup tetap rapi sangat membantu kejernihan berpikir,” ujar Dr. Sae-Lao.
5. Bangun Hubungan Sosial yang Bermakna
Interaksi sosial bukan sekadar hiburan — tapi juga nutrisi bagi otak. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat dapat meningkatkan daya ingat dan memperlambat penuaan kognitif.
“Bertemu teman, berbagi cerita, atau sekadar tertawa bersama keluarga dapat melepaskan hormon kebahagiaan yang melindungi otak dari stres,” tutup Dr. Sae-Lao.
Otak adalah organ yang luar biasa — mampu belajar, menyesuaikan diri, dan berkembang sepanjang hidup kita.
Dengan memberi asupan nutrisi tepat, menjaga tubuh tetap aktif, serta membangun koneksi sosial yang hangat, kita tak hanya memperkuat memori, tapi juga menambah kualitas hidup secara keseluruhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun