Health / Konsultasi
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:50 WIB
Ilustrasi kadar kolesterol [unplash]
Baca 10 detik
  • Kolesterol tinggi merupakan risiko diam-diam yang dapat memicu stroke dan serangan jantung akibat penumpukan plak di pembuluh darah.
  • Mengontrol kolesterol memerlukan perubahan gaya hidup jangka panjang mencakup pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur.
  • Herbal fermentasi seperti Jamtens menjadi pendamping gaya hidup sehat untuk mendukung kontrol kolesterol secara berkelanjutan.

Suara.com - Kolesterol tinggi sering kali datang tanpa tanda. Tidak menimbulkan nyeri, tidak membuat tubuh langsung terasa berbeda, namun perlahan dapat membawa dampak serius bagi kesehatan.

Karena sifatnya yang kerap “tidak terasa”, kolesterol tinggi sering disebut sebagai silent risk—risiko diam-diam yang baru disadari ketika komplikasi sudah terjadi.

Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan kolesterol jahat (LDL) di dalam pembuluh darah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Mengapa Kolesterol Tinggi Perlu Diwaspadai?

Pada dasarnya, kolesterol dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting, mulai dari pembentukan hormon hingga struktur sel. Masalah muncul ketika kadar kolesterol, terutama LDL, terlalu tinggi.

Kolesterol jahat dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Seiring waktu, pembuluh darah menjadi menyempit dan kaku, sehingga aliran darah tidak lagi lancar. Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, suplai oksigen ke organ vital bisa terganggu. Bahkan, plak yang pecah dapat memicu penyumbatan mendadak yang berujung pada stroke atau serangan jantung—termasuk pada orang yang sebelumnya merasa sehat.

Karena itu, tenaga kesehatan menekankan pentingnya pengelolaan kolesterol secara berkelanjutan, bukan hanya saat angka kolesterol sudah tinggi.

Mengontrol Kolesterol Tidak Bisa Instan

Baca Juga: 5 Alat Kesehatan untuk Cek Gula Darah dan Kolesterol di Rumah, Mulai dari Rp100 Ribuan

Mengelola kolesterol bukan perkara cepat. Dokter umumnya menyarankan pendekatan menyeluruh yang mencakup perubahan gaya hidup jangka panjang.

Langkah awal biasanya dimulai dari pengaturan pola makan, seperti mengurangi asupan lemak jenuh dan meningkatkan konsumsi serat dari sayur, buah, serta biji-bijian.

Aktivitas fisik juga berperan besar dalam membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kolesterol jahat. Selain itu, pengelolaan stres dan kualitas tidur yang baik kerap menjadi faktor pendukung yang sering terlupakan, padahal sama pentingnya.

Pendekatan ini menegaskan bahwa kolesterol tidak dapat dikontrol secara instan, melainkan perlu konsistensi dan kesadaran jangka panjang.

Nutrisi Alami sebagai Pendamping Gaya Hidup Sehat

Herbal Fitobiotik Pendukung Kontrol Kolesterol. (Dok. Jamtens)

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan preventif, pendekatan alami semakin banyak dipilih sebagai pendamping gaya hidup sehat. Nutrisi berbasis bahan alami dinilai lebih nyaman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, terutama bagi individu yang perlu menjaga keseimbangan kolesterol secara rutin.

Load More