-
Susu Peptibren merupakan nutrisi medis khusus untuk pemulihan pasien gangguan saraf.
-
Mengandung protein tinggi dan kolin untuk melindungi membran sel saraf rusak.
-
Penyajian harus menggunakan air hangat di bawah suhu 70 derajat Celsius.
Suara.com - Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, salah satunya penurunan produksi kolin yang bisa memicu stroke.
Selain stroke, penurunan produksi kolin juga bisa memicu penurunan daya ingat, terutama pada lansia di atas 50 tahun, alzheimer, dan demensia.
Padahal, kolin sangat penting untuk menjaga daya hantar sel saraf.
Untuk membantu proses pemulihan dan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien tersebut, ada susu Peptibren yang biasanya tersedia di apotek sebagai solusi nutrisi medis.
Apa Itu Peptibren?
Peptibren adalah produk nutrisi medis berbentuk susu bubuk yang diformulasikan khusus untuk pasien dengan gangguan neurologis atau saraf.
Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai suplemen, tetapi juga sebagai dukungan nutrisi bagi pasien yang mengalami malnutrisi atau anoreksia (hilang nafsu makan).
Susu ini tersedia dalam varian Vanila, Cokelat, dan Kacang Hijau yang dirancang agar mudah dikonsumsi baik secara oral maupun melalui sonde atau selang makan.
Manfaat Utama untuk Pasien Stroke dan Saraf
Bukan sekadar susu biasa, Peptibren memiliki sederet manfaat spesifik bagi kesehatan saraf:
- Mempercepat Rehabilitasi Stroke: Membantu memulihkan kemampuan motorik dan kognitif pasien pascaserangan stroke.
- Melindungi Sel Saraf: Kandungan fosfatidilserin dan uridine monophosphate di dalamnya berfungsi memperbaiki serta melindungi membran sel saraf yang rusak.
- Nutrisi Lengkap & Tinggi Protein: Dengan kandungan protein mencapai 15 gram per sajian, susu ini mempercepat regenerasi jaringan tubuh.
- Menjaga Kesehatan Jantung: Mengandung lemak sehat (MUFA, PUFA, dan MCT) yang membantu menurunkan kolesterol jahat.
- Ramah Pencernaan: Mengandung prebiotik inulin yang menjaga kesehatan usus dan maltodekstrin yang mudah diserap tubuh.
Kandungan Gizi dalam Satu Gelas
Setiap sajian Peptibren mengandung energi sebesar 290 Kkal, komposisinya terdiri dari:
Baca Juga: Anak Dapat SIM di 2026? Ini 5 Rekomendasi Motor Bekas Murah Ramah Pemula
- Karbohidrat (61%)
- Protein (23%)
- Lemak (16%)
Diperkaya dengan kolin, zinc, vitamin, dan mineral penting lainnya.
Cara Menyajikan dengan Benar
Penyajian Peptibren tidak boleh sembarangan agar kandungan protein dan nutrisinya tidak rusak. Berikut langkahnya:
- Siapkan 200 mL air matang hangat (suhu harus di bawah 70 derajat Celsius) dan jangan gunakan air mendidih.
- Masukkan 4 sendok takar (sekitar 69 gram) bubuk Peptibren.
- Aduk perlahan hingga larut sempurna dan susu siap dikonsumsi
Jika dikonsumsi sebagai pengganti makanan, dapat diberikan hingga 6 kali sehari sesuai petunjuk dokter.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski kaya manfaat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi Peptibren:
- Alergi: Hindari jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap protein susu (whey).
- Kondisi Khusus: Pasien dengan fenilketonuria harus berhati-hati karena kandungan asam aminonya.
- Ibu Hamil & Menyusui: Wajib berkonsultasi dengan dokter karena keamanan kandungan fosfatidilserin untuk janin belum ditetapkan secara pasti.
- Interaksi Obat: Konsultasikan jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah (warfarin), obat hipertensi, antidiabetes, atau obat kejang, karena nutrisi dalam susu ini dapat memengaruhi efektivitas obat tersebut.
- Efek Samping: Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek laksatif (diare atau perut kembung) karena kandungan inulin dan maltodekstrin.
Berita Terkait
-
5 Body Wash Ekstrak Susu Kambing, Rawat Kulit Lembut & Bercahaya
-
5 Rekomendasi Susu Rendah Gula untuk Lansia Penderita Diabetes Usia 50-an
-
5 Susu Tinggi Protein untuk Lansia Usia 50 Tahun agar Tulang Kuat
-
BGN Respons Isu Susu Langka: Pemerintah Akan Bangun Pabrik dan 500 Peternakan Sapi
-
5 Merek Susu Tinggi Kalsium untuk Atasi Nyeri Lutut dan Sendi, Cocok untuk Lansia 50-an
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa