- Mayapada Eye Centre (MEC) membuka unit premium di Mayapada Tower 2 Sudirman untuk pekerja urban dengan masalah penglihatan digital.
- MEC menawarkan layanan mata komprehensif mencakup subspesialisasi dan teknologi koreksi penglihatan modern seperti PRESBYOND LASIK.
- Setiap pasien didampingi Vision Assistant (VIA) personal, serta terintegrasi dengan Mayapada Hospital untuk penanganan penyakit sistemik terkait mata.
Suara.com - Banyak orang baru sadar ada masalah pada matanya saat penglihatan mulai kabur, cepat lelah, atau sulit fokus bekerja. Padahal, sebagian besar penyakit mata bersifat progresif dan berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas, terutama pada kelompok profesional urban dengan paparan layar digital tinggi setiap hari.
Menjawab kebutuhan ini, Mayapada Eye Centre (MEC) resmi membuka unit terbarunya di Mayapada Tower 2 Sudirman, menghadirkan layanan kesehatan mata premium yang dirancang khusus untuk pekerja kantoran dan masyarakat urban dengan mobilitas tinggi.
Musuh Senyap di Balik Screen Time
Menurut dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), banyak gangguan mata modern dipicu kebiasaan kerja di depan layar dalam durasi panjang.
“Screen time berlebih, kurangnya waktu istirahat mata, serta pencahayaan ruang kerja yang kurang optimal bisa mempercepat kelelahan mata digital dan gangguan penglihatan lain. Banyak penyakit mata berkembang tanpa gejala awal, sehingga baru terasa saat sudah mengganggu aktivitas,” jelasnya saat ditemui di acara peresmian Mayapada Eye Centre (MEC) Sudirman, Rabu (28/1/2026).
Dengan teknologi diagnostik modern dan dukungan dokter subspesialis, deteksi dini bisa dilakukan lebih presisi sehingga penanganan lebih tepat sasaran dan mencegah risiko gangguan permanen.
Bukan Sekadar Klinik Mata, Tapi One-Stop Premium Eye Care
Navin Nathani, Chief Operating Officer Mayapada Eye Centre, menjelaskan bahwa MEC Sudirman hadir sebagai premium boutique eye care di pusat bisnis Jakarta.
“Kami ingin menghadirkan layanan mata yang komprehensif dalam satu tempat, dengan teknologi terkini, layanan yang ramah, dan hasil klinis terbaik. Ini bukan sekadar klinik mata biasa, tapi solusi menyeluruh dalam setting premium yang tetap terjangkau,” ujarnya.
Baca Juga: Terobosan Baru Lawan Kebutaan Akibat Diabetes: Tele-Oftalmologi dan AI Jadi Kunci Skrining
Layanan mencakup subspesialisasi lengkap seperti kornea, retina, glaukoma, hingga pediatrik oftalmologi, serta tindakan modern seperti operasi katarak phacoemulsification, trabektomi glaukoma, dan berbagai terapi retina.
Lonjakan Mata Minus di Era Digital
MEC melihat tren miopia (mata minus) meningkat tajam, bahkan pada anak-anak sejak pandemi akibat intensitas penggunaan gadget. Karena itu, layanan awal klinik mata ini difokuskan pada Laser Vision Correction (LVC), salah satunya PRESBYOND® atau LASIK untuk usia 40 tahun ke atas.
Menariknya, MEC menjadi salah satu pusat di Jakarta yang menyediakan PRESBYOND® LASIK, solusi bagi pasien usia di atas 40 tahun agar tetap bisa melihat jauh dan dekat tanpa kacamata, selama kondisi mata memungkinkan.
Sedangkan untuk anak-anak, tersedia juga terapi Orthokeratology (Ortho-K), lensa khusus yang dipakai saat tidur untuk membantu menahan laju pertambahan minus.
Berbeda dari layanan konvensional, setiap pasien di MEC akan didampingi Vision Assistant (VIA), pendamping personal yang membantu sejak pendaftaran, pemeriksaan, tindakan, hingga kontrol lanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional