- Orang tua sering khawatir ketika berat badan anak tidak naik sesuai usia.
- Berat badan yang sulit bertambah bisa menjadi tanda gangguan pertumbuhan pada anak.
- Menurut dr. Ian Suryadi, status gizi anak memengaruhi kesehatan hingga dewasa.
Suara.com - Para orang tua kerap resah ketika berat badan anak naik lebih lambat dari seharusnya. Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda gangguan pertumbuhan anak yang salah satunya dapat terlihat dari berat badan.
Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi mengatakan status gizi anak dapat memengaruhi kondisi kesehatan hingga ia dewasa. Karena itu, berat badan anak yang sulit naik bisa menjadi tanda adanya gangguan pertumbuhan.
"Status gizi anak bisa saja bermasalah sehingga berisiko memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak," ujar dr. Ian dalam gerakan Generasi Bebas Stunting (GMBS) oleh Sarihusada di Jakarta, Jumat (10/3/2026).
"Oleh karena itu, gejala berat badan kurang atau berat badan anak sulit naik (BB seret) pada anak perlu diwaspadai karena hal ini dapat menandakan gangguan pertumbuhan," lanjutnya.
Ia mengingatkan orang tua untuk rutin memeriksakan tumbuh kembang anak ke dokter, minimal setiap bulan pada satu tahun pertama kelahiran.
"Saya selalu kasih tahu orang tua setiap bulan harus kontrol terus setiap tahunnya. Jadi tetap periksa ke dokter anak itu setidaknya sampai satu tahun awal. Tumbuh kembang anak dicek semua," papar dr. Ian.
Dalam pemeriksaan tersebut, orang tua juga perlu memantau kurva pertumbuhan anak yang dicatat setiap bulan lalu dikonsultasikan kepada dokter.
Kurva pertumbuhan seharusnya menunjukkan kenaikan. Jika kurva cenderung melandai, kondisi ini perlu segera diintervensi.
Berat badan dan tinggi badan merupakan dua parameter penting dalam penilaian status gizi anak.
Baca Juga: Merokok, Pola Asuh Ayah, dan Persepsi Kesehatan Anak Lintas Generasi
Kedua parameter ini menjadi patokan untuk mengetahui apakah kebutuhan asupan gizi harian anak sudah tercukupi dan apakah nutrisi tersebut digunakan tubuh secara optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya.
"Orang tua dianjurkan menimbang berat badan anak minimal sebulan sekali pada anak usia di bawah 1 tahun dan minimal 3 bulan sekali sampai anak usia 2 tahun oleh petugas kesehatan," jelasnya.
Meski tidak sesering tahun pertama kelahiran, dr. Ian mengingatkan anak di bawah usia 5 tahun tetap perlu dipantau pertumbuhannya minimal sebulan sekali oleh petugas kesehatan di Puskesmas, Posyandu atau rumah sakit.
Jika anak sudah terlanjur berada pada kondisi berat badan rendah atau sulit naik, kata dr. Ian, umumnya dokter akan merekomendasikan susu tinggi kalori (sutingkal) untuk membantu mengejar kenaikan berat badan.
Namun susu ini tidak bisa diberikan sembarangan. Selain harus melalui resep dokter, pemberiannya juga harus sesuai dosis serta cara pembuatannya harus tepat.
"Ternyata banyak yang beli sutingkal itu cara pengadukan beda dan takarannya beda. Waktu datang ke dokter dia sudah minum sutingkalnya dibeli online, ternyata cara pengadukan dan pembuatannya salah, dan itu berpengaruh. Jadi harus konsultasikan dulu ke dokter," pungkas dr. Ian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara