- Psikolog Saskhya Aulia Prima menyarankan anak melakukan aktivitas fisik menantang saat liburan guna membentuk kemandirian dan ketangguhan mental.
- Orang tua perlu menerapkan konsep pendampingan aman agar anak tetap bebas bereksplorasi namun tetap terjaga saat membutuhkan bantuan.
- Cap Kaki Tiga Anak hadir mendukung eksplorasi fisik dengan membantu meredakan gejala panas dalam setelah anak aktif bermain.
Alih-alih langsung menghentikan aktivitas bermain, orang tua dapat mengajak anak beristirahat sejenak di tempat yang teduh, memberi waktu untuk memulihkan tenaga, sekaligus memastikan kebutuhan cairan mereka terpenuhi sebelum kembali beraktivitas.
Pemahaman inilah yang juga melatarbelakangi kampanye Langkah Awal #BaikUntukAnak dari Cap Kaki Tiga Anak. Senior Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak, Jesica Christianty, mengatakan bahwa banyak ibu berada dalam dilema antara ingin mendukung eksplorasi anak dan rasa khawatir anak jatuh sakit.
"Kami sangat mengerti dilema yang dihadapi para ibu. Anak membutuhkan ruang untuk aktif bereksplorasi, tetapi kekhawatiran bahwa mereka akan drop atau jatuh sakit juga sering menghantui," ujar Jesica.
Menurutnya, yang dibutuhkan bukan membatasi ruang gerak anak, melainkan kesiapan orang tua dalam mendampingi setiap momen eksplorasi anak, termasuk saat mereka perlu beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh.
Di momen jeda tersebut, larutan penyegar yang diformulasikan khusus untuk anak dapat menjadi salah satu pilihan pendamping. Cap Kaki Tiga Anak mengandung Gypsum Fibrosum yang membantu meredakan panas dalam dan melegakan tenggorokan kering setelah anak aktif bergerak.
"Anak menjadi tangguh bukan karena dilindungi dari segala hal, melainkan karena dipercaya, sambil tahu ibunya selalu bisa ia jangkau," tutup Saskhya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak