Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma

Senin, 27 Juli 2026 | 16:21 WIB
Ilustrasi kesehatan mata; glaukoma. (Freepik)
  • Prof. Shamira Asith Perera menjelaskan bahwa glaukoma merusak saraf optik secara permanen dan berbeda dengan katarak.
  • Penyakit yang dijuluki pencuri penglihatan diam-diam ini menggerogoti penglihatan tepi tanpa gejala awal bagi penderitanya.
  • Teknologi medis modern seperti terapi laser dan bedah minim invasif dapat menghentikan laju kerusakan glaukoma.

Suara.com - Hanya satu milimeter. Sekecil itulah area saraf optik yang menjadi penghubung antara mata dan otak. Melalui jalur mungil yang lebarnya bahkan hanya sekitar setengah jari itu, seluruh informasi visual diproses sehingga kita dapat melihat dunia dengan jelas. Namun ketika saraf ini rusak akibat glaukoma, penglihatan yang hilang tak lagi bisa dikembalikan.

Direktur MedTech Conference sekaligus Pakar Glaukoma dari Singapore National Eye Center (SNEC), Prof. Shamira Asith Perera, membagikan wawasan penting mengenai bahaya laten glaukoma serta cara tepat menyikapinya.

Salah Kaprah Umum: Menganggap Glaukoma Sama Seperti Katarak

Salah satu masalah besar dalam edukasi kesehatan mata di masyarakat adalah kecenderungan menyamakan glaukoma dengan katarak. Padahal, keduanya adalah kondisi yang sangat berbeda dengan konsekuensi yang jauh berbeda pula.

Pada katarak, masalah utama terletak pada keruhnya lensa mata. Kerusakan ini sifatnya bisa dipulihkan total (reversible). Jadi, ketika penderita katarak menjalani operasi penggantian lensa, penglihatannya bisa kembali jernih dalam waktu singkat.

"Masyarakat sangat familiar dengan katarak," jelas Prof. Shamira.

"Mereka berpikir, 'Oh pandangan saya kabur, tinggal datang ke klinik katarak, operasi, dan besoknya bisa melihat terang lagi untuk kembali bekerja.' Lalu ketika mereka didiagnosis glaukoma, mereka mengira penanganannya akan sama. Padahal tidak seperti itu."

Glaukoma merusak saraf optik—bagian dari sistem saraf pusat yang mirip dengan sel otak dan tidak dapat meregenerasi atau tumbuh kembali.

"Kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen (irreversible). Apa pun bagian penglihatan yang sudah hilang, akan hilang selamanya. Tidak ada obat, suplemen, atau operasi yang bisa mengembalikan jaringan saraf yang sudah mati," tegas Prof. Shamira.

Mengapa Disebut 'Pencuri Penglihatan Diam-Diam'?

Glaukoma merupakan jajaran penyakit mata yang merusak saraf optik dan menjadi penyebab utama kebutaan permanen di seluruh dunia. Lebih dari 50 persen penderitanya bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit ini hingga kondisinya sudah cukup parah.

Berbeda dengan katarak yang langsung membuat pandangan tampak seperti tertutup embun atau kabur di tengah, glaukoma bekerja secara halus dan merayap dari pinggir.

"Penyakit ini kerap tidak memberikan sinyal awal," kata Prof. Shamira.

Kerusakan saraf mata akibat glaukoma menggerogoti penglihatan tepi (samping) terlebih dahulu, bukan penglihatan sentral.

Karena area tengah masih jernih dan mata sebelah masih bisa mengompensasi, otak manusia secara otomatis 'mengisi' celah bidang pandang yang hilang dengan rekayasa gambaran visual. Penderita biasanya baru menyadari ada yang salah ketika mereka mulai sering menabrak pintu atau benda di sekitarnya. Pada tahap tersebut, kerusakan saraf sudah sangat lanjut.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com