Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa

Selasa, 28 Juli 2026 | 18:49 WIB
ilustrasi meninggal dengan mulut berbusa. [pixabay]
  • Pakar UGM sebut penyebab mulut berbusa tidak selalu akibat keracunan zat berbahaya.

  • Kejang epilepsi hingga edema paru bisa menjadi penyebab mulut berbusa seseorang.

  • Pestisida organofosfat merupakan salah satu zat pemicu penyebab mulut berbusa akibat racun.

Suara.com - Pakar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zullies Ikawati mengatakan kondisi hidung mulut berbusa seperti yang dialami penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo bisa disebabkan berbagai hal.

Prof. Zullies mengakui jika masyarakat kerap mengaitkan kondisi hidung dan mulut berbusa identik dengan keracunan. Namun itu bukanlah bukti pasti, karena ada berbagai kondisi medis lain seseorang bisa mengeluarkan busa dari mulutnya.

"Mulut berbusa bukan merupakan tanda khas atau bukti pasti seseorang mengalami keracunan. Kondisi seperti ini dapat terjadi pada misalnya kejang, terutama kejang umum atau ayan yang itu juga bisa menyebabkan mulut berbusa," ujar Prof. Zullies saat dihubungi Suara.com, Senin (27/7/2026).

Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM itu menambahkan, mulut berbusa tidak bisa dijadikan sebagai patokan utama seseorang mengalami keracunan. Mulut berbusa juga bisa dialami seseorang saat alami kejang akibat mengidap epilepsi.

Saat seseorang alami kejang epilepsi, terjadi kontraksi otot terus-menerus yang dapat menyebabkan air liur bercampur udara sehingga tampak seperti busa.

Selain itu, gangguan pada jantung maupun paru-paru juga dapat menimbulkan gejala serupa.

"Juga gangguan jantung atau paru, misalnya ada edema paru atau henti jantung, yang juga bisa menghasilkan cairan berbusa di mulut atau hidung," jelasnya.

Dari sisi farmakologi, Prof. Zullies mengatakan memang terdapat beberapa jenis zat beracun yang dapat memicu produksi air liur secara berlebihan sehingga mulut tampak berbusa. Namun kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan kelompok racun tertentu, bukan semua jenis obat ataupun bahan kimia.

"Memang keracunan tertentu juga bisa menyebabkan produksi air liur meningkat sehingga seperti berbusa, tetapi biasanya pada golongan zat tertentu, misalnya pestisida golongan organofosfat," ujarnya.

Sebaliknya, pada keracunan akibat obat-obatan tertentu, alkohol, maupun berbagai bahan kimia lainnya, gejala mulut berbusa belum tentu selalu ditemukan.

"Sedangkan pada keracunan jenis lain, seperti obat-obatan, alkohol, atau bahan kimia tertentu, belum tentu ada mulut berbusa," pungkasnya.

Sebagai catatan, Prof. Zullies tidak pernah memeriksa kondisi Sutrimo maupun melihat hasil pemeriksaan medis atau autopsi.

Karena itu, penjelasan yang ia sampaikan semata-mata merupakan gambaran umum berdasarkan ilmu farmakologi mengenai berbagai kemungkinan penyebab seseorang mengalami kondisi mulut atau hidung berbusa.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com