Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)
  • Kementerian Kesehatan mencatat anak usia lima hingga empat belas tahun mengalami proporsi kematian akibat DBD tertinggi pada periode dua ribu delapan belas hingga dua ribu dua puluh lima.
  • Dokter Ikhsanuddin menyatakan penularan virus dengue dari nyamuk Aedes aegypti terjadi sepanjang tahun sehingga mengancam kesehatan anak di rumah maupun sekolah.
  • Studi Universitas Gadjah Mada memperkirakan beban ekonomi akibat dengue di Indonesia mencapai hampir sembilan triliun rupiah pada tahun dua ribu dua puluh empat.

Untuk itu, dr. Ikhsan menekankan bahwa perlindungan terhadap DBD perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain rutin menerapkan 3M Plus, penggunaan pelindung diri dari gigitan nyamuk dan vaksinasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan juga dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan yang komprehensif. 

Ia menambahkan, vaksin dengue telah masuk dalam rekomendasi imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk anak dan rekomendasi imunisasi dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). 

Orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah anak maupun anggota keluarga lainnya telah memenuhi kriteria mendapatkan vaksinasi dengue.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, mengatakan perlindungan terhadap DBD membutuhkan kolaborasi banyak pihak, tidak hanya keluarga. 

Menurutnya, orang tua memang memiliki peran penting dalam membangun kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, tetapi upaya tersebut juga perlu didukung sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat. 

Sejalan dengan target nasional Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030, Takeda menyatakan terus mendukung edukasi serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat upaya pencegahan dengue di Indonesia.

"Upaya tersebut perlu diperkuat oleh sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak lainnya. Sejalan dengan target nasional Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030, Takeda berkomitmen terus mendukung upaya pemerintah dan masyarakat melalui edukasi serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pencegahan dengue di Indonesia,” tutup Andreas.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com