- Profesor Gavin Tan Siew Wei dari SNEC menyatakan sel retina yang mati tidak dapat pulih sehingga deteksi dini sangat penting.
- Penderita rabun jauh tinggi dan diabetes di Asia rentan mengalami gangguan retina serius hingga lepas yang berisiko menyebabkan kebutaan permanen.
- Masyarakat diimbau rutin memeriksa mata secara mandiri dan segera menemui dokter spesialis jika merasakan gejala gangguan penglihatan.
Suara.com - Pernah tiba-tiba melihat kilatan cahaya di sudut mata? Atau muncul bintik-bintik hitam yang seolah melayang saat menatap langit atau layar putih?
Banyak orang menganggap keluhan seperti itu hanyalah tanda kelelahan atau bertambahnya usia. Padahal, dalam beberapa kasus, gejala tersebut bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan pada retina, bagian mata yang berperan penting dalam proses melihat.
Retina merupakan lapisan tipis di bagian belakang bola mata yang bertugas menangkap cahaya, lalu mengirimkan informasi ke otak sehingga kita bisa melihat dunia di sekitar.
Sayangnya, retina termasuk organ yang "pendiam". Banyak penyakit pada retina berkembang perlahan tanpa rasa sakit. Ketika penglihatan mulai terganggu, kerusakan yang terjadi sering kali sudah cukup berat.
"Retina bekerja seperti sensor pada kamera. Retina menangkap cahaya, kemudian mengubahnya menjadi sinyal yang diterjemahkan otak menjadi gambar," ujar Head & Senior Consultant Surgical Retina Department Singapore National Eye Centre (SNEC), Prof. Gavin Tan Siew Wei.
Menurut Prof. Tan, berbeda dengan kulit atau jaringan tubuh lain, sel-sel retina yang telah mati hingga kini belum dapat diperbaiki secara alami.
"Sel retina yang sudah mati umumnya tidak bisa dipulihkan. Karena itu, deteksi dini dan pengobatan sebelum kerusakan menjadi permanen sangatlah penting," katanya.
Mata Berbayang hingga Garis Lurus Terlihat Bengkok
Gangguan retina tidak selalu diawali dengan penglihatan yang langsung hilang. Justru, gejala awalnya sering kali tampak ringan sehingga mudah diabaikan.
Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain munculnya kilatan cahaya, bertambahnya floaters atau bintik hitam yang melayang, muncul bayangan seperti tirai yang menutupi sebagian lapang pandang, hingga garis lurus yang terlihat bergelombang.
Sebagian orang juga merasakan adanya bercak hitam yang menetap di tengah penglihatan atau penglihatan yang mendadak menjadi buram.
Menurut Prof. Tan, gejala tersebut memang tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit berat. Namun, kondisi itu sebaiknya tidak dianggap normal.
"Perubahan penglihatan yang menetap harus diperiksa. Banyak penyakit retina bisa ditangani jika ditemukan lebih awal," ujarnya.
Rabun Jauh Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko
Selama ini banyak orang mengira rabun jauh hanya berarti harus memakai kacamata dengan lensa yang lebih tebal. Faktanya, miopia tinggi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit retina.