- Proses pencernaan manusia menghasilkan gas akibat udara yang tertelan serta pemecahan makanan oleh bakteri usus.
- Penyebab kentut berlebihan meliputi kebiasaan menelan udara, konsumsi makanan berserat tinggi, intoleransi laktosa, serta sembelit.
- Aroma kentut yang menyengat dipengaruhi oleh senyawa sulfur dari makanan tertentu dan fermentasi sisa makanan yang lama di usus.
Suara.com - Kentut merupakan bagian normal dari proses pencernaan, tetapi frekuensinya yang meningkat atau aroma yang jauh lebih menyengat dapat membuat seseorang bertanya-tanya mengenai penyebabnya.
Gas di saluran pencernaan terbentuk dari udara yang tertelan serta proses bakteri usus dalam memecah makanan yang tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh.
Kondisi seperti perubahan pola makan, konsumsi makanan tertentu, intoleransi makanan, hingga gangguan pencernaan dapat membuat seseorang kentut lebih sering dari biasanya.
Lantas, kenapa kentut terus dan bau, serta kapan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih?
Kenapa Kentut Terus dan Bau?
Pada dasarnya, kentut beberapa kali dalam sehari merupakan hal yang normal karena tubuh memang perlu mengeluarkan gas dari saluran pencernaan, bahkan frekuensi hingga sekitar 25 kali sehari masih dapat termasuk normal pada sebagian orang.
Namun, kentut terus-menerus dapat terjadi ketika produksi gas meningkat atau seseorang menelan lebih banyak udara. Berikut beberapa penyebab yang umum:
1. Terlalu banyak menelan udara
Makan atau minum terlalu cepat, berbicara ketika makan, mengunyah permen karet, minum menggunakan sedotan, serta mengonsumsi minuman berkarbonasi dapat membuat lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan. Kondisi ini juga dapat disertai kebiasaan bersendawa lebih sering.
2. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat
Serat tetap penting bagi kesehatan pencernaan, tetapi sejumlah makanan tinggi serat dapat meningkatkan produksi gas ketika difermentasi oleh bakteri di usus besar.
Kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kubis, gandum utuh, serta beberapa jenis buah dapat menjadi pemicu pada sebagian orang.
3. Intoleransi makanan
Kentut yang muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu dapat berkaitan dengan intoleransi, salah satunya intoleransi laktosa.
Ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa secara optimal, zat tersebut mencapai usus besar dan difermentasi bakteri sehingga menghasilkan gas, yang dapat disertai kembung, diare, atau nyeri perut.
4. Konstipasi atau sembelit