- Bali International Hospital dan Sapporo Cardio Vascular Clinic menjalin kolaborasi medis dalam World Heart Day 2026.
- Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat layanan kardiovaskular kompleks serta mendukung transfer pengetahuan bagi tim medis Indonesia.
- Pemeriksaan jantung berkala dan gaya hidup sehat sangat penting dilakukan untuk mencegah berbagai risiko penyakit kardiovaskular.
Suara.com - Penyakit jantung kerap dikaitkan dengan keluhan seperti nyeri dada dan sesak napas. Padahal, gangguan pada organ yang bekerja memompa darah ke seluruh tubuh ini tidak selalu datang dengan gejala yang jelas.
Seseorang dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari tanpa menyadari adanya gangguan kardiovaskular yang perlu diperiksa lebih lanjut. Karena itu, mengenali tanda-tanda gangguan jantung dan melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Jangan Tunggu Sampai Nyeri Dada
Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada memang menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai. Namun, gejala gangguan jantung dapat muncul dalam bentuk lain.
Sesak napas, mudah lelah, jantung berdebar, pusing, hingga menurunnya kemampuan melakukan aktivitas fisik juga dapat menjadi keluhan yang berkaitan dengan masalah kardiovaskular.
Pada kondisi tertentu, gangguan irama jantung dapat muncul tanpa keluhan yang khas. Salah satunya adalah atrial fibrillation (AF), yaitu gangguan irama yang membuat detak jantung menjadi tidak teratur.
AF penting dikenali karena dapat berkaitan dengan komplikasi serius, termasuk stroke. Karena itu, pemeriksaan jantung tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan.
Pemeriksaan Jantung Tak Hanya untuk Orang yang Sudah Sakit
Pemeriksaan kesehatan jantung juga penting bagi orang yang memiliki faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, maupun riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Jenis pemeriksaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing orang. Pemeriksaan tekanan darah dan evaluasi faktor risiko dapat menjadi langkah awal.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, termasuk elektrokardiogram (EKG) atau cardiac imaging. Pemeriksaan pencitraan jantung dapat membantu dokter melihat struktur dan fungsi jantung serta pembuluh darah.
Pendekatan tersebut penting karena penyakit kardiovaskular memiliki spektrum yang luas. Gangguan irama, masalah pembuluh darah, hingga gangguan katup jantung membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang dapat berbeda.
Gaya Hidup Tetap Jadi Bagian Penting
Menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Aktivitas fisik secara rutin, menjaga pola makan, menghindari rokok, menjaga berat badan, serta mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan kardiovaskular.
Aktivitas fisik juga dapat menjadi cara sederhana untuk lebih mengenali kondisi tubuh. Ketika kemampuan beraktivitas berubah, misalnya tubuh menjadi jauh lebih mudah lelah atau muncul sesak dan nyeri dada saat melakukan aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan baik, perubahan tersebut sebaiknya tidak diabaikan.