Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 | 17:01 WIB
Rangkaian World Heart Day 2026, BIH dan SCVC mengangkat semangat “Don’t Miss a Beat” untuk mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan jantung, sekaligus memperkuat kolaborasi medis dalam layanan kardiovaskular. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Bali International Hospital dan Sapporo Cardio Vascular Clinic menjalin kolaborasi medis dalam World Heart Day 2026.
  • Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat layanan kardiovaskular kompleks serta mendukung transfer pengetahuan bagi tim medis Indonesia.
  • Pemeriksaan jantung berkala dan gaya hidup sehat sangat penting dilakukan untuk mencegah berbagai risiko penyakit kardiovaskular.

Pesannya sederhana: gerakkan tubuh, periksa kondisi jantung, kenali tanda bahayanya, dan jangan menunda mencari pertolongan ketika muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Ketika Penanganan Membutuhkan Keahlian Lebih Kompleks

Perkembangan layanan kardiovaskular membuat pilihan pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung semakin beragam. Pada kasus tertentu, pasien dapat membutuhkan tindakan intervensi maupun operasi dengan teknologi dan keahlian khusus.

Karena itu, selain diagnosis yang tepat, koordinasi antara berbagai tenaga medis juga menjadi bagian penting dalam perjalanan perawatan pasien.

Kolaborasi antarspesialis dan pertukaran pengetahuan dengan pusat layanan kesehatan dari negara lain dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas akses terhadap perkembangan ilmu dan pengalaman klinis.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Bali International Hospital (BIH) melalui kolaborasi dengan Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), Jepang.

Dalam rangkaian World Heart Day 2026, BIH dan SCVC mengangkat semangat “Don’t Miss a Beat” untuk mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan jantung, sekaligus memperkuat kolaborasi medis dalam layanan kardiovaskular.

Kolaborasi tersebut mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan jantung, konsultasi, hingga pertukaran pengetahuan mengenai penanganan kasus kardiovaskular kompleks.

Addie Chan, COO Sapporo Cardio Vascular Clinic, mengatakan kolaborasi internasional tidak hanya bertujuan menghadirkan keahlian dari luar negeri, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan kepada tenaga medis di Indonesia.

“Di SCVC, kami percaya bahwa international collaboration dan knowledge sharing merupakan bagian penting dalam menghadirkan layanan cardiovascular care yang komprehensif dan berstandar internasional di Indonesia. Melalui kolaborasi medis dari berbagai negara, kami menghadirkan keahlian untuk penanganan kasus-kasus kardiovaskular kompleks, sekaligus membangun transfer of knowledge dan peningkatan kemampuan tim medis lokal.”

Menurutnya, pendekatan tersebut telah diwujudkan melalui sejumlah pencapaian SCVC, termasuk prosedur TAVI, M-TEER, AVR, CTO PCI, serta MICS CABG.

Sementara itu, Direktur Bali International Hospital, dr. Sheira Aurani, MPH, FISQua, mengatakan momentum World Heart Day menjadi bagian dari upaya untuk membawa kualitas layanan kardiovaskular di Indonesia terus berkembang.

“World Heart Day bukan hanya tentang hari untuk mengingat pentingnya kesehatan jantung. Momentum ini merupakan simbol dari gerakan yang lebih besar untuk membawa kualitas cardiovascular care di Indonesia ke tingkat yang semakin baik.”

Menurut Sheira, kerja sama dengan mitra internasional bukan hanya mengenai menghadirkan expertise dari luar negeri, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat ditransfer dan dikembangkan bersama tim medis lokal.

“Kami percaya bahwa international partnership bukan hanya tentang menghadirkan expertise dari luar negeri, tetapi bagaimana expertise tersebut dapat ditransfer, dikembangkan bersama tim lokal, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pasien di Indonesia.”

Memperkuat Ekosistem Layanan Kesehatan

Kolaborasi BIH dan SCVC tersebut menjadi bagian dari IHC One Heart Movement. Bagi Indonesia Healthcare Corporation (IHC) selaku holding BIH, kerja sama dengan institusi medis internasional merupakan salah satu pendekatan untuk memperkuat kapabilitas layanan kesehatan di Indonesia.

Direktur Komersial IHC, dr. Harmeni Wijaya, MD, mengatakan pengembangan jejaring internasional diarahkan untuk memperkuat layanan sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman klinis.

“IHC terus membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin unggul, dengan pengembangan layanan dan jejaring internasional sebagai bagian dari transformasi kami. Kolaborasi BIH dan SCVC merupakan contoh bagaimana international partnership dapat diterjemahkan menjadi knowledge sharing, clinical collaboration, dan penguatan kapabilitas layanan di Indonesia.”

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pasien sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan kardiovaskular di Indonesia.

Pada akhirnya, kesehatan jantung bukan hanya soal bagaimana menangani penyakit ketika sudah muncul. Deteksi dini, gaya hidup sehat, edukasi, serta akses terhadap layanan dan keahlian medis yang memadai menjadi bagian dari upaya menjaga jantung dalam jangka panjang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com