Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB
apa itu pes (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Pekerja laboratorium di Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal pada awal Oktober 2026 akibat dugaan infeksi pes.
  • WHO berkoordinasi dengan otoritas setempat karena kematian tersebut belum dipastikan disebabkan oleh penyakit pes.
  • Penyakit pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dan dapat disembuhkan menggunakan antibiotik secara dini.

Pada pes bubonik, gejala khasnya berupa pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa nyeri. Pembengkakan ini disebut bubo dan umumnya muncul di area selangkangan, ketiak, atau leher.

Sementara itu, pes pneumonik dapat menimbulkan batuk, sesak napas, nyeri dada, dan terkadang dahak berdarah. Bentuk ini perlu mendapat perhatian khusus karena dapat berkembang cepat dan menular antarmanusia melalui droplet pernapasan.

Pada pes septikemik, infeksi yang menyebar melalui aliran darah dapat menyebabkan sakit perut, mual, muntah, perdarahan, hingga perubahan warna kulit menjadi kehitaman akibat kerusakan jaringan. Kondisi berat dapat berkembang menjadi kegagalan organ apabila tidak segera ditangani.

Gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit pes karena sejumlah infeksi lain dapat menimbulkan keluhan serupa. Diagnosis harus dilakukan oleh tenaga medis berdasarkan gejala, riwayat paparan, serta pemeriksaan yang diperlukan.

Apabila mengalami demam tinggi disertai pembengkakan kelenjar getah bening atau gangguan pernapasan setelah kemungkinan terpapar sumber infeksi, segera cari pertolongan medis dan sampaikan riwayat paparan kepada petugas kesehatan. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com