Hati-Hati, Kemasan Sangat Mirip! Ini Panduan BPOM Bedakan Vitamin Anak Asli dan Palsu

Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB
ilustrasi vitamin anak (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan mengimbau orang tua agar mengenali ciri vitamin anak asli dan palsu guna melindungi kesehatan.
  • Orang tua perlu memeriksa izin edar, kemasan, komposisi, harga, serta perubahan fisik produk untuk menghindari peredaran vitamin ilegal.
  • Konsumsi vitamin anak palsu berisiko memicu gangguan kesehatan, keracunan, kerusakan organ, dan efek samping akibat kandungan berbahaya yang tidak sesuai.

Baca daftar kandungan, takaran penggunaan, batas usia, tanggal kedaluwarsa, nomor bets, serta identitas produsen atau importir.

Informasi tersebut membantu orang tua memastikan produk sesuai kebutuhan anak dan mengetahui apakah terdapat kejanggalan pada labelnya.

Waspadai klaim yang menjanjikan hasil berlebihan, seperti membuat anak langsung lebih pintar atau meningkatkan daya tahan tubuh secara instan.

Vitamin bukan pengganti makanan bergizi dan tidak seharusnya dipasarkan dengan janji manfaat yang tidak masuk akal.

4. Bandingkan harga dan tempat pembelian

Harga yang jauh lebih murah daripada produk sejenis dapat menjadi tanda peringatan, terutama jika disertai penjual yang tidak jelas identitasnya. Namun, perbedaan harga saja tidak cukup untuk menyimpulkan suatu produk palsu.

Utamakan pembelian melalui apotek, toko obat, atau penjual resmi yang dapat memberikan informasi produk secara transparan. Jika membeli secara daring, periksa reputasi toko dan pastikan penjual memiliki identitas serta saluran layanan pelanggan yang jelas.

5. Jangan abaikan perubahan pada produk

Perhatikan apakah warna, aroma, tekstur, bentuk, atau kondisi vitamin berbeda secara mencolok dari produk yang biasa digunakan.

Perubahan tersebut tidak selalu menandakan pemalsuan karena dapat dipengaruhi penyimpanan atau kondisi produk, tetapi tetap menjadi alasan untuk menghentikan penggunaan sementara dan meminta konfirmasi kepada produsen atau apoteker.

Bahaya Konsumsi Vitamin Palsu

Vitamin anak palsu dapat menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan dan proses pembuatannya tidak terjamin.

Produk tersebut mungkin mengandung zat yang tidak tercantum pada label, memiliki kadar bahan aktif yang tidak sesuai, atau sama sekali tidak mengandung nutrisi yang dijanjikan.

Salah satu risikonya adalah paparan bahan berbahaya atau kontaminan yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Dampaknya bergantung pada jenis zat, jumlah yang tertelan, durasi paparan, serta kondisi anak. Pada kasus tertentu, kontaminasi dapat menyebabkan keracunan atau kerusakan organ.

Vitamin palsu juga berisiko mengandung bahan aktif dalam jumlah berlebihan. Anak yang menerima dosis tidak sesuai dapat mengalami efek samping, terlebih jika orang tua memberikan beberapa produk suplemen sekaligus tanpa memperhitungkan kandungannya.

Vitamin tertentu, seperti vitamin A dan D, dapat menimbulkan efek toksik apabila dikonsumsi berlebihan.

Selain itu, produk palsu mungkin tidak memberikan manfaat yang diharapkan karena kandungan nutrisinya tidak sesuai.

Orang tua pun dapat kehilangan uang dan menunda penanganan yang tepat jika mengandalkan suplemen untuk mengatasi keluhan kesehatan anak.

Jika anak mengalami keluhan setelah mengonsumsi vitamin yang dicurigai palsu, hentikan pemberian produk dan segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran.

Apabila muncul gejala berat, seperti sesak napas, penurunan kesadaran, atau kejang, segera bawa anak ke instalasi gawat darurat. Simpan kemasan produk sebagai bahan pemeriksaan dan jangan memaksakan anak muntah tanpa arahan tenaga medis.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com