- Penyalahgunaan otoritas rohani dapat memicu tekanan psikologis bagi jemaat.
- Manipulasi pemimpin gereja dan tuntutan pelayanan berlebihan dapat mengakibatkan kecemasan, kelelahan emosional, serta gangguan mental.
- Korban kekerasan spiritual memerlukan dukungan dan bantuan profesional seperti psikolog guna memulihkan kesehatan mental mereka.
Pemulihan Iman dan Kesehatan Mental
Meninggalkan lingkungan pelayanan yang tidak sehat bukan keputusan mudah. Gereja mungkin telah menjadi bagian penting dari identitas, persahabatan, dan perjalanan iman seseorang selama bertahun-tahun. Ketakutan kehilangan komunitas atau dianggap meninggalkan Tuhan dapat membuat seseorang bertahan dalam situasi yang merugikan.
Karena itu, mereka yang mengalami tekanan semacam ini membutuhkan dukungan, bukan penghakiman. Bantuan psikolog klinis atau psikiater dapat dipertimbangkan apabila kecemasan, depresi, gangguan tidur, atau ketakutan berlebihan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Melalui Get Blessing, dr. Gregory Budiman mengangkat pentingnya memahami kehidupan spiritual secara utuh, termasuk kaitannya dengan perilaku manusia, kedewasaan iman, dan kesehatan mental.
Pembahasan ini bukan bertujuan menyerang gereja atau pemimpin rohani, melainkan mendorong terciptanya komunitas Kristen yang lebih sehat, terbuka terhadap evaluasi, dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, iman dan kesehatan mental tidak harus dipertentangkan. Gereja yang sehat semestinya memberikan ruang bagi pertumbuhan, dialog, dan pemulihan. Sebab, pelayanan yang mencerminkan kasih tidak seharusnya menjadikan ketakutan dan manipulasi sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan.