Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi gigi putih. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Kesehatan menyatakan kopi dan teh dapat meninggalkan noda pigmen yang membuat permukaan gigi tampak kekuningan.
  • Penelitian Journal of Dentistry menunjukkan koreksi warna optik memanfaatkan cahaya untuk membantu mengurangi tampilan kekuningan pada gigi secara visual.
  • Studi Journal of Young Pharmacists meneliti enzim papain dalam pasta gigi untuk membantu memecah protein guna mengangkat noda permukaan gigi.

Suara.com - Menyikat gigi secara rutin penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Namun, kebiasaan ini tidak selalu membuat gigi terlihat putih. Pada sebagian orang, gigi tetap tampak kekuningan meski sudah dibersihkan setiap hari.

Warna gigi dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari noda di permukaan hingga warna alami lapisan gigi. Karena itu, gigi yang terlihat kuning tidak selalu berarti kebersihannya kurang terjaga.

Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menjelaskan bahwa kopi dan teh termasuk minuman yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Seiring waktu, pigmen dari makanan dan minuman tersebut dapat menempel pada permukaan gigi dan memengaruhi warnanya.

Namun, ada faktor lain yang turut menentukan warna gigi, yaitu struktur gigi itu sendiri. Enamel atau lapisan terluar gigi bersifat agak transparan sehingga warna dentin di bawahnya ikut terlihat. Dentin secara alami memiliki warna kekuningan.

Kondisi ini menjelaskan mengapa gigi yang bersih belum tentu terlihat putih cerah. Warna alami gigi setiap orang pun bisa berbeda.

Tiga Cara Membantu Gigi Tampak Lebih Putih

Cara merawat warna gigi perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Secara umum, ada beberapa pendekatan yang memiliki cara kerja berbeda.

1. Membersihkan noda permukaan

Noda dari kopi, teh, dan makanan tertentu dapat menempel pada permukaan gigi. Pembersihan yang tepat membantu mengurangi noda tersebut. Jika terdapat karang gigi atau noda membandel, dokter gigi dapat menyarankan perawatan profesional sesuai kondisi gigi.

2. Melakukan bleaching

Berbeda dari pembersihan noda, bleaching menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida untuk menguraikan senyawa penyebab perubahan warna. Prosedur ini dapat mengubah warna gigi, tetapi penggunaannya perlu mempertimbangkan kondisi gigi dan gusi.

3. Menggunakan koreksi warna optik

Pendekatan lain adalah optical whitening, yaitu memanfaatkan prinsip koreksi warna untuk membuat gigi terlihat lebih putih. Cara ini bekerja pada tampilan visual, bukan dengan mengubah warna alami gigi seperti pada bleaching.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry menunjukkan bahwa bahan koreksi warna tertentu dapat memengaruhi sifat optik permukaan gigi ketika berinteraksi dengan cahaya. Efeknya dapat membantu mengurangi tampilan kekuningan secara visual.

Papain untuk Membantu Mengangkat Noda

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com