Apa Itu Shamonda Virus? Terdeteksi pada Manusia untuk Kali Pertama

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:32 WIB
Ilustrasi Sapi Ternak. (Unsplash/Gilles detot)
BACA 10 DETIK
  • Kasus virus Shamonda pada manusia ditemukan untuk pertama kalinya.
  • Virus Shamonda sebelumnya hanya terdeteksi menyerang hewan ternak.
  • Virus ini pertama kali diisolasi dari sapi di Nigeria pada 1965.

Pola penularan ini membuat keberadaan serangga pengisap darah berperan penting dalam penyebaran penyakit, terutama pada musim ketika aktivitas serangga meningkat.

WOAH menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti penularan horizontal yang meyakinkan, yakni penyebaran langsung dari satu hewan ke hewan lain. Namun, penularan vertikal, yaitu dari induk ke janin selama kehamilan, telah dilaporkan pada kelompok virus ini.

Karena itu, pengendalian serangga vektor dan pemantauan kesehatan ternak menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko penyebaran Shamonda virus.

Apa Saja Gejala Shamonda Virus pada Hewan?

Gejala Shamonda virus dapat berbeda bergantung pada spesies dan kondisi hewan yang terinfeksi. Berikut beberapa tanda yang telah dilaporkan.

  • Demam: Suhu tubuh hewan meningkat, terkadang disertai penurunan aktivitas.
  • Diare: Hewan dapat mengalami diare dengan feses encer atau berair.
  • Penurunan produksi susu: Pada sapi perah, infeksi dapat menyebabkan jumlah susu yang dihasilkan menurun secara mendadak.
  • Lesu dan kehilangan nafsu makan: Hewan terlihat kurang aktif serta mengalami penurunan konsumsi pakan.
  • Gangguan reproduksi: Infeksi pada hewan bunting dikaitkan dengan keguguran dan kelainan bentuk janin.
  • Gangguan neurologis: Gejala yang berkaitan dengan sistem saraf juga pernah dilaporkan pada sejumlah kuda, meskipun hubungan sebab-akibatnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Namun gejala-gejala tersebut tidak secara otomatis membuktikan bahwa hewan terinfeksi Shamonda virus. Pemeriksaan laboratorium diperlukan karena tanda klinisnya dapat menyerupai penyakit hewan lainnya

Apakah Virus Shamonda Bisa Menular ke Manusia?

Informasi mengenai risiko Shamonda virus terhadap manusia masih terbatas. Namun, pada 22 Oktober 2026, otoritas kesehatan Prancis melaporkan kasus infeksi manusia pertama yang diketahui, pada seorang pasien dengan gangguan sistem kekebalan berat yang kemudian meninggal dunia.

Kasus tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Hingga laporan awal tersebut, otoritas menyatakan belum menemukan risiko kesehatan masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, temuan ini perlu dipahami secara hati-hati dan tidak berarti virus tersebut telah terbukti mudah menular antarmanusia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com