Anak Tak Harus Selalu Dibantu, Orang Tua Perlu Belajar Memberi Ruang untuk Mandiri

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:28 WIB
Dr. Asheena Baez memperkenalkan pendekatan strengths-based parenting. (Suara.com/Vania)
BACA 10 DETIK
  • Global Sevilla School mengadakan seminar parenting bersama Dr. Asheena Baez di Jakarta Timur pada 22 Oktober 2026.
  • Pakar memperkenalkan pendekatan strengths-based parenting dan metode scaffolded struggle agar anak dapat belajar mandiri menghadapi kesulitan.
  • Kegiatan ini bertujuan membantu orang tua memperkuat hubungan keluarga serta mendukung tumbuh kembang karakter anak secara optimal.

Dalam praktiknya, orang tua dapat menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Ketika anak mengalami kesulitan, orang tua tidak harus langsung mengambil alih. Mereka dapat mendampingi, memberikan arahan seperlunya, kemudian membiarkan anak melanjutkan prosesnya.

Cara ini memberi anak kesempatan untuk mengenali kemampuan diri, belajar mengambil keputusan, dan menghadapi tantangan dengan dukungan yang sesuai.

Orang tua juga diajak memahami kerangka Thermometer-to-Thermostat, yang membahas bagaimana respons mereka dapat membantu menciptakan suasana keluarga yang lebih tenang.

Melalui latihan refleksi, peserta menyusun Family Connection & Leadership Blueprint, berupa rencana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkuat hubungan keluarga dan mendukung perkembangan anak.

Kenali Pola Pengasuhan yang Perlu Dipertahankan

Pembahasan dalam seminar tersebut juga menyentuh pola asuh yang diwariskan dari keluarga. Orang tua diajak mengenali kebiasaan dan tradisi yang ingin dipertahankan serta pola yang perlu diubah agar sesuai dengan nilai-nilai keluarga yang ingin dibangun.

Dr. Asheena mencontohkan bagaimana kebiasaan sosial di dalam keluarga dapat memengaruhi kesempatan anak untuk menyampaikan pendapat. Ia bercerita tentang pengalamannya mengubah kebiasaan yang cenderung memberikan kesempatan berbicara lebih dahulu kepada anak laki-laki.

Baginya, setiap anggota keluarga perlu memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan. Anak perempuan maupun laki-laki perlu dibesarkan agar mampu mengutarakan pendapat dengan percaya diri dan tetap menghargai orang lain.

Refleksi tersebut mengingatkan orang tua bahwa pengasuhan bukan hanya tentang meneruskan kebiasaan yang sudah ada, tetapi juga memilih pola yang mendukung perkembangan karakter anak.

Ketua Yayasan Budi Pekerti Luhur, Andrew J. Jules Soebali, mengatakan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian penting dari misi Global Sevilla School dalam membentuk siswa berwawasan global.

Menurut Andrew, orang tua, guru, dan siswa merupakan tiga pilar yang perlu saling mendukung agar pembelajaran karakter di sekolah dapat berlanjut di rumah.

“Bagi kami, keberhasilan anak juga terlihat dari karakter yang mereka bangun, bagaimana mereka menghargai perbedaan, peduli kepada orang lain, dan menemukan panggilan hidupnya. Karena itu, orang tua, guru, dan siswa perlu berjalan bersama,” ujar Andrew.

Melalui Love & Legacy, Global Sevilla School ingin memperluas pembelajaran tentang pengasuhan kepada keluarga siswa maupun masyarakat umum. Kolaborasi sekolah dengan Dr. Asheena sendiri telah berlangsung sekitar tiga tahun, termasuk melalui pembelajaran bagi staf dan manajemen sekolah.

Seminar ini melengkapi rangkaian perayaan ulang tahun ke-24 Global Sevilla School yang sebelumnya menggelar Mindfulness Week pada 6–9 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup praktik mindfulness dalam aktivitas sehari-hari, kegiatan berbagi kebaikan, serta keterlibatan siswa dan orang tua.

Pada akhirnya, mendampingi anak tumbuh mandiri bukan berarti membiarkan mereka menghadapi semua kesulitan sendirian. Orang tua tetap hadir sebagai tempat anak mencari dukungan, sekaligus memberi mereka kesempatan untuk belajar, mencoba, dan menemukan kekuatan dirinya sendiri.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com