Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA! 75 Ribu di Antaranya Serang Anak di Bawah 5 Tahun

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:26 WIB
Petugas kesehatan memeriksa kondisi pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Kesehatan mencatat 333.470 kasus ISPA di tujuh provinsi akibat karhutla hingga 21 Oktober 2026.
  • Pemerintah menyiagakan fasilitas kesehatan serta ribuan tenaga medis untuk menangani warga terdampak paparan asap.
  • Masyarakat diimbau memantau kualitas udara, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan menggunakan masker pelindung.

Suara.com - Sebanyak 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 21 Oktober 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ratusan ribu kasus tersebut sejak 18 Agustus 2026, di tengah memburuknya kualitas udara di sejumlah daerah akibat asap kebakaran.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 258.298 dialami warga berusia di atas lima tahun, sedangkan 75.172 kasus lainnya menimpa anak berusia nol hingga lima tahun.

Kasus ISPA itu tersebar di 68 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi terdampak karhutla.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, mengatakan pemerintah pusat dan daerah telah menyiagakan layanan kesehatan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Untuk penyiapan layanan kesehatan, tentunya kita cek bagaimana kesiapan pos layanan kesehatan, seperti di seluruh puskesmas di wilayah terdampak yaitu ada 1.691 puskesmas yang kita siagakan,” ujar Suyanti dalam konferensi pers bersama BNPB secara virtual, Kamis (22/10/2026).

Selain menyiagakan 1.691 puskesmas, Kemenkes menyiapkan 360 rumah sakit rujukan dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas). Mobilisasi logistik kesehatan juga dipastikan untuk mendukung penanganan dampak karhutla.

Di tingkat daerah, sebanyak 491 rumah oksigen telah disediakan di sejumlah wilayah terdampak.

Kemenkes turut menyiapkan 18.547 dokter umum untuk mendukung pelayanan kesehatan. Tenaga medis tersebut didukung dokter spesialis, termasuk spesialis mata, paru, telinga, hidung, tenggorokan (THT), serta dermatologi dan venereologi (DVE).

Masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat dapat mengakses layanan Public Safety Center (PSC) 119.

Warga Diminta Waspadai Gejala ISPA

Di tengah tingginya kasus ISPA, Kemenkes meminta masyarakat memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terintegrasi dengan aplikasi SATUSEHAT.

Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak minum air putih, membatasi asap yang masuk ke dalam rumah, serta mengenali gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

“Kita harus lindungi kelompok rentan karena lebih gampang menderita penyakit dan kurangi asap yang masuk ke dalam rumah, termasuk kenali gangguan kesehatan,” kata Suyanti.

Warga yang mengalami sesak napas atau batuk yang semakin memburuk diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapat penanganan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com