- Anak muda usia produktif harus waspada karena kolesterol tinggi dapat terjadi tanpa gejala fisik apa pun.
- Pemeriksaan darah meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida sangat penting untuk mengetahui kondisi profil lemak darah.
- Holisticare Cholfree dari PT Indocare Citrapasific hadir sebagai produk herbal pendamping untuk membantu mengelola kadar kolesterol.
Suara.com - Makan enak setelah hari yang melelahkan, pesan makanan lewat aplikasi, atau menghabiskan waktu dengan duduk di depan laptop sudah menjadi bagian dari keseharian banyak anak muda. Di tengah rutinitas yang padat, urusan menjaga pola makan dan berolahraga terkadang baru terpikir belakangan.
Padahal, menjaga kesehatan tidak harus menunggu usia bertambah. Salah satu hal yang bisa mulai diperhatikan sejak usia produktif adalah kadar kolesterol.
Kolesterol sering dianggap sebagai masalah kesehatan orang tua. Padahal, kadar lemak dalam darah juga bisa tidak seimbang pada usia muda, terutama jika kebiasaan sehari-hari kurang mendukung kesehatan, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan jarang melakukan aktivitas fisik.
Yang menarik, kadar kolesterol yang tidak normal umumnya tidak langsung menimbulkan keluhan. Seseorang bisa tetap merasa bugar, aktif bekerja, dan rutin nongkrong tanpa menyadari kondisi profil lemak darahnya.
Karena itu, merasa sehat belum tentu berarti kadar kolesterol berada dalam rentang yang diharapkan. Pemeriksaan darah dapat membantu memberikan gambaran kondisi tersebut, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertentu atau riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga.
Saat memeriksa kolesterol, ada empat komponen yang perlu diperhatikan, yakni kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
LDL kerap disebut kolesterol jahat karena kadarnya yang tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah.
Sebaliknya, HDL membantu membawa kolesterol kembali ke hati, sedangkan trigliserida merupakan jenis lemak yang digunakan tubuh sebagai sumber energi.
Menjaga keseimbangan profil lemak darah sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Bukan berarti harus berhenti makan makanan favorit atau tidak boleh lagi menikmati kopi dan camilan bersama teman.
Kuncinya adalah menjaga keseimbangan, memperbanyak makanan bergizi, membatasi asupan lemak jenuh, serta menyempatkan diri bergerak di sela aktivitas.
Berjalan kaki, memilih naik tangga, bersepeda, atau melakukan olahraga yang disukai bisa menjadi langkah awal. Kebiasaan ini lebih mudah dipertahankan jika dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan rutinitas sehari-hari.
Selain pola hidup sehat, produk pendamping untuk membantu mengelola kolesterol juga tersedia di pasaran.
Salah satunya Holisticare Cholfree dari PT Indocare Citrapasific, bagian dari PT Konimex, yang dipasarkan sebagai produk herbal untuk membantu mengelola kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
Namun, produk herbal bukan pengganti pola hidup sehat ataupun obat yang diresepkan dokter.
Jika memiliki kadar kolesterol tinggi, sedang mengonsumsi obat, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan produk tambahan.
Menjaga kolesterol bukan berarti harus mengubah seluruh gaya hidup dalam semalam. Mulai dari lebih sadar memilih makanan, aktif bergerak, hingga memeriksa kondisi kesehatan secara berkala, langkah kecil yang konsisten bisa menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat sejak muda.