Indotnesia, BOGOR - Di Indonesia, bambu pada umumnya dimanfaatkan untuk membuat bilik, alat rumah tangga, ataupun permainan seperti bahan pembuatan layangan dan egrang. Tapi seorang pria di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, justru membuat sepeda bambu yang bernilai tinggi.
Jatnika Nanggamiharja adalah sosok dibalik ide pembuatan sepeda bambu. Aktif sebagai aktivis pelestarian bambu, pria yang akrab disapa Abah Jatnika ini ingin mengangkat citra bambu jauh lebih dikenal manfaatnya.
“Saya ingin mengangkat yang selama ini bambu terkesan identik dengan kemiskinan, kesengsaraan, kita angkat supaya bambu itu naik ke permukaan, memiliki kualitas dan ada harga,” ungkapnya.
Abah Jatnika juga menjelaskan bambu memiliki berbagai kelebihan. Dari kacamata estetika seni, tiap batang bambu berbeda antara satu dan lainnya. Sedangkan dari ketahanannya, tumbuhan yang identik dengan makanan Panda ini memiliki kualitas anti-patah.
“Bambu ini tidak mengenal patah, adanya rangkas atau pecah sebab dia memiliki serat,” jelasnya.
Keunikan itu membuat bambu diperlakukan khusus, mulai dari cara menebang hingga masa tebangnya. Dengan demikian, kerajinan dari bambu bisa lebih berkualitas.
Sepeda Bambu Jatnika
Dapat tumbuh baik di banyak tempat di Indonesia, bambu menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Pelestariannya juga telah diperjuangkan oleh Abah Jatnika sejak tahun 1995.
Daya tahan serta potensi bambu yang besar, menjadi salah satu alasan pendiri Yayasan Bambu Indonesia ini merealisasikan idenya menciptakan sepeda bambu bernama Jatnika. Kerajinan dari bambu Jatnika, telah sampai di 26 negara di Asia, diantaranya China, Korea, Jepang dan negara Asia lainnya.
Meski laris manis hingga kancah internasional, sepeda ini tetap konsisten diproduksi dalam jumlah terbatas. Sebab, proses pembuatan satu buah sepeda bambu bisa menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan.
“Sepeda khusus yang memang kita produksi tidak banyak, paling banyak lima tiap tahunnya,” kata Abah Jatnika menjelaskan.
Pemilihan bambu yang tepat menjadi kunci dasar kualitas sepeda bambu Jatnika. Standarnya, sepeda ini membutuhkan bambu dengan ukuran diameter 4 cm dan 2,5 cm. Selain itu, batangnya tidak boleh berlubang dan harus berasal dari bambu tua.
Menurut Abah Jatnika, bambu yang sudah tua memiliki ciri khusus, yaitu adanya jamur di sekitar batang dan ketika dibuka seratnya berwarna coklat. Bambu tua menjadi pilihan karena daya lenturnya yang luar biasa.
“Semacam rancatan, sering dipakai maka kekuatannya akan nambah. Ini pun daya lenturnya akan luar biasa itu yang membedakan,” ujarnya.
Untuk membuat kerajinan dari bambu, proses pemilihan bambu harus benar-benar selektif. Selain itu, bambu membutuhkan perlakuan khusus ketika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sepeda. Sebelum dirancang, potongan bambu perlu direndam air 7 campuran herbal agar semakin kuat.
Proses panjang itu membuat sepeda bambu Jatnika layak diperhitungkan keberadaannya. Bahkan, kualitasnya tak perlu diragukan lagi karena telah lulus uji standar dari Indonesia dan Jepang.
Jenis bambu untuk sepeda, pada umumnya adalah bambu petung. Terkenal sebagai bambu terkuat, jadi nggak heran ya jika harga sepeda bambu Jatnika dibanderol cukup mahal, yaitu Rp7 juta-Rp25 juta per unit.
Berita Terkait
-
Sepeda Lipat Cocok Buat Ngebut? Ini 4 Rekomendasi Terbaik yang Ringan dan Gesit
-
Siasat Licik Taufik Hidayat: Klaim Yuvita Kecelakaan, Padahal Disiksa Sadis Bertahun-tahun!
-
Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Usai Buron, Taufik Hidayat Tersangka Kasus Penyekapan Cileunyi Ditangkap
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres
-
Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029
-
Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru
-
3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit
-
Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah
-
Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol
-
Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka dalam Kasus Judol Internasional di Hayam Wuruk
-
Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya