/
Kamis, 21 April 2022 | 12:05 WIB

Indotnesia.com, YOGYAKARTA - Siapa sih yang nggak tahu minuman enak nan segar bernama Es Cendol? Tentunya, minuman ini sudah tidak asing lagi bagi warga Indonesia, bahkan di Malaysia dan Singapura.

Berwarna hijau dan bertekstur kenyal, cendol dan dawet biasa disajikan dengan es serut, potongan nangka, santan, dan air gula aren. Ada yang bilang cendol, ada yang juga bilang dawet. Sebenarnya cendol dan dawet sama nggak sih?

Perbedaan Cendol dan Dawet

Cendol dan dawet memang masih membuat bingung dan kerap disamakan. Pasalnya, kedua minuman manis tersebut memiliki  bentuk dan cara penyajian yang cenderung sama.

Cendol terbuat dari tepung beras, tepung ketan, tepung hunkwe, tepung onggok atau pati. Sedangkan pewarnaan cendol dan dawet biasanya menggunakan daun suji atau daun pandan. 

Beberapa orang membedakan  cendol dan dawet dari bahan bakunya. Cendol menggunakan tepung hunkwe atau tepung kacang hijau, sedangkan pembuatan dawet menggunakan tepung beras. Akan tetapi, saat ini bahan bakunya tergantung dengan pembuatnya sendiri.

Selain dari bahan baku, kebanyakan orang berpendapat bahwa cendol dan dawet hanya berbeda dalam hal penyebutannya. Penyebutan cendol digunakan oleh masyarakat Jawa Barat, sedangkan dawet dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di wilayah tersebut, biasanya yang paling dikenal adalah dawet ayu dan dawet ireng.

Asal Cendol dan Dawet

Dilansir dari berbagai sumber, cendol berasal dari Jawa Barat, sedangkan dawet berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah.

Sebenarnya, masih banyak perdebatan tentang asal cendol dan dawet, apalagi ketika CNN membuat minuman ini masuk dalam 50 of the World’s Best Desserts, yaitu cendol Singapura. 

Tapi, masyarakat Indonesia dan Malaysia juga mengakui cendol atau dawet adalah minuman segar khas negara masing-masing, sehingga muncul pro dan kontra tentang asal usul cendol.

Memang nggak banyak yang menginformasikan tentang asal usul cendol dan dawet, tetapi kebanyakan berpendapat cendol berasal dari Jawa bahkan sudah ada sejak sekitar Abad 13. Adapula informasi tentang dawet yang sudah disebutkan dalam Serat Centhini 1814-1823, dan jadi salah satu ikon tradisi pernikahan orang Jawa. 

Meski begitu, cendol dan dawet adalah minuman segar yang beredar sudah puluhan bahkan ratusan tahun, sehingga akan sangat wajar dari tempat asalnya minuman ini mengalami penyebaran ke berbagai negara dan dengan bermacam-macam variasi.

Load More