/
Senin, 25 April 2022 | 15:54 WIB
Freepik/tirachardz

Indotnesia - Di masa perkembangan teknologi yang kian pesat saat ini, Gen Z dianggap lebih unggul dibandingkan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal penggunaan teknologi digital. 

Generasi yang lahir di tahun 1996-2012 ini lebih mengutamakan gaya hidup dan kebahagiaan. Bahkan, untuk urusan pekerjaan, survei terbaru menyebut Gen Z lebih memilih mengundurkan diri alias resign daripada tidak bahagia di tempat kerja.

Hasil survei yang dirilis oleh Randstad–perusahaan konsultan Human Resource (HR) asal Belanda–pada April 2022 mengungkap, sekitar 56% dari 35.000 Gen Z (18-24 tahun) dan Milenial (25-34 tahun) memilih akan berhenti bekerja jika hal tersebut membuat mereka tidak dapat menikmati hidup.

Gen Z yang kreatif dan suka tantangan ini juga terbilang pemilih dalam pekerjaan. Berdasarkan survei yang sama, sebanyak 41% responden mengaku pernah keluar dari pekerjaan mereka lantaran tidak cocok dengan nilai dan tujuan dalam hidup mereka.

Kalangan ini juga lebih memilih untuk bekerja dengan orang atau perusahaan yang memiliki dampak positif bagi lingkungan dan sosial. Sebanyak 42% Gen Z dan 40% Millenial mengaku tidak keberatan mendapatkan upah lebih sedikit jika merasa pekerjaan mereka memiliki kontribusi pada masyarakat.

Dibandingkan generasi sebelumnya, Gen Z dan Milenial juga lebih banyak menolak untuk bekerja di tempat yang tidak menghargai keberagaman. Prioritas lain yang dianggap penting bagi generasi tech savvy  ini adalah gaji, lokasi dan fleksibilitas jam kerja, serta insentif dari perusahaan.

Meski begitu, 88% responden dalam survei tersebut juga lebih menginginkan perusahaan yang memberikan kesempatan bagi karyawan dalam mengembangkan diri secara profesional.

Menurut CEO Randstad, Sander van‘t Noordende, perubahan pandangan Gen Z dalam memilih pekerjaan dibandingkan generasi sebelumnya bisa menjadi peringatan bagi para penyedia lapangan pekerjaan.

“Bisnis saat ini perlu kembali memikirkan pendekatan yang cocok untuk menarik dan mempertahankan karyawan, atau perusahaan akan menghadapi kompetisi serius dalam mencari pekerja,” ungkapnya, dilansir dari randstad.com.au.

Load More