Indotnesia - Di masa perkembangan teknologi yang kian pesat saat ini, Gen Z dianggap lebih unggul dibandingkan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal penggunaan teknologi digital.
Generasi yang lahir di tahun 1996-2012 ini lebih mengutamakan gaya hidup dan kebahagiaan. Bahkan, untuk urusan pekerjaan, survei terbaru menyebut Gen Z lebih memilih mengundurkan diri alias resign daripada tidak bahagia di tempat kerja.
Hasil survei yang dirilis oleh Randstad–perusahaan konsultan Human Resource (HR) asal Belanda–pada April 2022 mengungkap, sekitar 56% dari 35.000 Gen Z (18-24 tahun) dan Milenial (25-34 tahun) memilih akan berhenti bekerja jika hal tersebut membuat mereka tidak dapat menikmati hidup.
Gen Z yang kreatif dan suka tantangan ini juga terbilang pemilih dalam pekerjaan. Berdasarkan survei yang sama, sebanyak 41% responden mengaku pernah keluar dari pekerjaan mereka lantaran tidak cocok dengan nilai dan tujuan dalam hidup mereka.
Kalangan ini juga lebih memilih untuk bekerja dengan orang atau perusahaan yang memiliki dampak positif bagi lingkungan dan sosial. Sebanyak 42% Gen Z dan 40% Millenial mengaku tidak keberatan mendapatkan upah lebih sedikit jika merasa pekerjaan mereka memiliki kontribusi pada masyarakat.
Dibandingkan generasi sebelumnya, Gen Z dan Milenial juga lebih banyak menolak untuk bekerja di tempat yang tidak menghargai keberagaman. Prioritas lain yang dianggap penting bagi generasi tech savvy ini adalah gaji, lokasi dan fleksibilitas jam kerja, serta insentif dari perusahaan.
Meski begitu, 88% responden dalam survei tersebut juga lebih menginginkan perusahaan yang memberikan kesempatan bagi karyawan dalam mengembangkan diri secara profesional.
Menurut CEO Randstad, Sander van‘t Noordende, perubahan pandangan Gen Z dalam memilih pekerjaan dibandingkan generasi sebelumnya bisa menjadi peringatan bagi para penyedia lapangan pekerjaan.
“Bisnis saat ini perlu kembali memikirkan pendekatan yang cocok untuk menarik dan mempertahankan karyawan, atau perusahaan akan menghadapi kompetisi serius dalam mencari pekerja,” ungkapnya, dilansir dari randstad.com.au.
Berita Terkait
-
91 Persen Koruptor Didominasi Laki-Laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?
-
Generasi Muda Jadi Kunci, Aceh Dorong Peran Kreatif dalam Pembangunan
-
Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Cekcok Soal Knalpot Bising Berujung Penikaman, Pemuda di Gowa Kritis
-
Wujudkan Rumah Impian di BRI x REI Expo 2026, Tawarkan Bunga KPR Mulai 1,75 Persen
-
Pemkot Makassar Bentuk Relawan Khusus untuk Jemput Anak Putus Sekolah
-
Kapan Pasien Diabetes Wajib Pakai Insulin? Ini Penjelasan Medisnya
-
Saifuddin, Imam Tunanetra Menabung 20 Tahun Demi Naik Haji
-
Tragedi Curug Cisadane Bogor: Asyik Berfoto, Tiga Wisatawan Terseret Arus
-
Super Kawaii! Koleksi Kaus Monchhichi Ini Siap Bikin Gaya Santai Makin Gemas
-
Super Grand Prize Jadi Pesta UMKM, QRIS Bank Sumsel Babel Makin Jadi Andalan Transaksi
-
Kepung Kantor Bupati Bogor Besok, 3.000 Warga Parungpanjang Gelar Istigosah Tuntut Kejelasan Tambang
-
Pencari Kerja Jangan Takut Lapor! Andra Soni Bersih-bersih Praktik Pungli Rekrutmen di Banten